Gaya Hidup

Ikut Kebijakan Work From Home, Para Wanita Pekerja Ini Sibukkan Diri Bikin Kue hingga Baca Buku

Ikut Kebijakan Work From Home, Para Wanita Pekerja Ini Sibukkan Diri Bikin Kue hingga Baca Buku

HO/DOK PRIBADI
Ikut Kebijakan Work From Home, Para Wanita Pekerja Ini Sibukkan Diri Bikin Kue hingga Baca Buku 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN -  Ikut Kebijakan Work From Home, Para Wanita Pekerja Ini Sibukkan Diri Bikin Kue hingga Baca Buku

Pemerintah mengambil kebijakan 'merumahkan' pelajar beserta gurunya untuk mencegah penyebaran coronavirus disease atau covid-19.

Termasuk meminta industri swasta untuk memberlakukan work from home (WFH).

Hal tersebut dilakukan setelah diidentifikasinya beberapa pasien dalam pengawasan (PDP) terjangkit covid-19 dilanjutkan dengan ditetapkan status kejadian luar biasa (KLB) setelah 6 warga Balikpapan dinyatakan positif Corona.

Di Balikpapan sendiri sudah ada 15 pasien dinyatakan positif.

Sesuai edarannya, Walikota Balikpapan Rizal Effendi memutuskan meliburkan sekolah PAUD hingga SMP dari tanggal 16 Maret hingga waktu yang tidak ditentukan.

Hal tersebut membuat guru-guru mengambil sikap belajar secara daring, apalagi jelang Ujian Tengah Semester (UTS).

"Setiap jam 7 pagi, lewat grup WhatsApp orangtua siswa, saya membagikan tugas-tugas yang harus murid kerjakan di rumah," ujar Wiwi Novitasari, guru honorer di salah satu SD di Balikpapan.

Guru muda berumur 25 tahun ini pun mengisi waktu luang untuk mereview kembali materi-materi pembelajaran. Selain itu, perempuan berkerudung ini juga rutin mengajarkan dan menerapkan social distancing kepada muridnya.

"Pernah kejadian, satu orang siswa yang tidak sempat ikut UTS online, datang ke rumah diantar orangtuanya. Namun tetap dengan misi social distancing yaitu bergiliran datang dan menerapkan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat," ujarnya.

Selain Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU) juga meliburkan sekolah, baik negeri maupun swasta.

Di lokasi Ibu Kota Negara (IKN) baru tersebut, ditemukan beberapa orang PDP yang saat ini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat.

Madaniah Amir, seorang guru honorer di PPU pun melakukan banyak hal seperti yang dilakukan Wiwi Novitasari. Seperti mengoreksi penilaian tengah semester (PTS) para siswanya juga memberi soal online.

Ibu satu anak berumur 30 tahun ini juga, mengisi waktu luang dengan bermain dan belajar bersama anak.

"Anak juga libur PAUD, jadi waktu luang di sini dengan mengajari anak mengaji. Aktivitas lumpuh juga, usahakan di rumah saja," ujarnya.

Selain itu, dengan waktu yang cukup lapang, perempuan cantik ini juga banyak mencoba resep masakan terbaru.

Mengolah masakan rumahan yang sehat untuk dikonsumsi keluarga diharapkan Madaniah bisa membuat saya tahan tubuh kuat.

"Saya senang cooking and baking, sudah satu mingguan di rumah. Jadi banyak bikin menu-menu seperti masakan dan kue-kue. Anak dan suami diusahakan tidak makan dan jajan diluar. Jamu pun saya bikin sendiri," pungkasnya.

Wiwi Sri Wisma, salah satu pekerja swasta di Balikpapan juga melakukan WFH.

Menurut Design Grafis Editor disalah satu tempat percetakan besar di kota Beriman ini, banyak hal yang bisa di lakukan untuk memutus rantai peyebaran pandemik covid-19 ini.

"Namun yang paling penting dibutuhkan adalah kesadaran dan perubahan gaya hidup serta pola pikir dan pola hidup masyarakat," ujarnya.

Melihat kasus Covid-19 di Indonesia sudah sampai diangka 1.000-an, di tengah masih banyak masyarakat yang ngeyel dan tidak mengindahkan imbauan pemerintah untuk social distancing, lanjut Wiwi Sri Wisma cukup mengkhawatirkan.

"Tidak mengindahkan imbauan yang diberikan oleh petugas kesehatan. Bahkan yang mendapat kesempatan WFH malah memilih pulang kampung di tengah bencana nasional non-alam ini," ungkapnya.

Menurutnya, gaya hidup memanfaatkan peluang yang salah, membuat sebagian orang hanya peduli pada keinginannya sehingga melupakan dampak dari sikap gegabah yang diambil.

Selain itu sifat apologetik yang berlebihan tanpa adanya pemahaman mendalam juga merupakan salah sebab yang memperburuk keadaan.

Sebagai karyawan swasta yang berinteraksi dengan customer juga mengalami dampak pemberlakuan WFH, perempuan manis ini benar-benar mengisolasi diri, serta menjaga kebersihan diri dan tempat tinggal.

"Banyak membaca buku, kadang menulis dan keluar rumah untuk sesuatu yang sangat mendesak tanpa bisa ditunda saja. Selain itu memperbanyak referensi terkait profesi saya," urainya.

Ia berharap pandemi ini segera berakhir dan tidak adalagi korban yang terpapar.

"Covid-19 ini adalah bencana nonalam yang menimbulkan duka global. Ini duka kita bersama dan ini juga tugas kita bersama untuk lebih memproteksi diri, membantu meringankan tugas tenaga kesehatan dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat menyebarkan virus ini secara luas," pungkasnya. (*)

Penulis: Heriani AM
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved