Pilkada Samarinda

Tanggapan Bawaslu Samarinda Terkait Penundaan Pilkada 2020 Ditunda, Tinggal Menunggu Legal Formal

Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Samarinda ( Bawaslu Samarinda ) Kalimantan Timur angkat bicara soal penundaan Pilkada 2020.

Dok Tribunkaltim.Co
Ketua Bawaslu Samarinda, Abdul Muin 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Samarinda ( Bawaslu Samarinda ) Kalimantan Timur memberikan tanggapan terkait penundaan pemilihan kepala daerah atau Pilkada.

Ketua Bawaslu Samarinda Abdul Muin menjelaskan, tadi malam di Jakarta telah berlangsung rapat yang dihadiri pihak Mendagri, Komisi II DPR RI, KPU RI, Bawaslu RI, dan DKPP.

"Infomasi yang kami terima benar begitu. Tinggal menunggu legal formal," kata Abdul Muin.

Lalu, bagaimana dampaknya di Samarinda?

Abdul Muin menjelaskan, penundaan tersebut berkaitan dengan penundaan tahapan pilkada yang telah diputuskan 21 Maret lalu.

BACA JUGA:

Soal Koalisi Pilkada Samarinda, Siswadi Sebut PDIP Tidak Seperti yang Lain, Acuan Saya SK DPP

Poros Baru Pilkada Samarinda, Ketua DPC PAN Jasno Rajin Bangun Komunikasi dengan PDIP dan Demokrat

Dilakukan sebagai upaya meminimalisasi dan memutus mata rantai penyebaran virus corona atau covid-19.

Salah satu tahapan yang ditunda ialah tahapan jalur perseorangan yang sedang berlangsung.

Dengan adanya penundaan tersebut, maka proses pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu Samarinda juga menyesuaikan.

Bawaslu telah menerbitkan SK terkait menonaktifkan Panwascam dan PKD, beserta perangkat kesekretariatannya.

Halaman
12
Penulis: Sapri Maulana
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved