Pilkada Kubar

Pilkada Ditunda, Bawaslu Kubar Sudah Keluarkan Dana Rp 2,5 Miliar untuk Operasional Panwascam

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kutai Barat (Kubar) Risma Dewi mengungkapkan pihaknya telah mengeluarkan anggaran kurang lebih Rp 2,5 miliar.

TRIBUNKALTIM.CO/FEBRIAWAN
Ketua Bawaslu Kubar Risma Dewi 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kutai Barat (Kubar) Risma Dewi mengungkapkan pihaknya telah mengeluarkan anggaran kurang lebih Rp 2,5 miliar.

Anggaran tersebut untuk operasional seluruh ad hoc, mulai dari Panitia Pengawas Kecamatan (Pamwascam) hingga pengawas di kampung-kampung terkait Pilkada Kubar 2020.

Anggaran tersebut, kata Risma, di antaranya diperuntukkan membayar honor Panwascam, pengawas lapangan di kampung-kampung, hingga biaya operasional sekretariat.

"Semua yang sudah kita cairkan kurang lebih Rp 2,5 miliar. Di antaranya untuk honor panwascam tiga bulan (sejak dilantik Desember 2019), honor pengawas lapangan 1 bulan, serta operasional sekretariat," kata Risma, Rabu (1/4/2020).

Baca juga: Baru Saja Dilantik, Ratusan Pengawas Pemilu Tingkat Kecamatan hingga Desa di Kubar Dinonaktifkan

Baca juga: BREAKING NEWS Pasien Positif Corona Kaltim Bertambah Satu Orang, Terkait dengan Kluster Sinode

Baca juga: Asosiasi Petani Walet Kubar Bantu Bilik Sterilisasi Disinfektan, Cegah Penyebaran Virus Corona

Bawaslu Kubar resmi menonaktifkan ratusan pengawas menyusul ditundanya Pilkada Serentak 2020 akibat pandemi Virus Corona atau covid-19.

Setelah dinonaktifkannya seluruh ad hoc, anggaran tersebut praktis distop.

Namun belum dihitung lagi, apakah masih tersisa atau sudah habis terpakai semua.

Halaman
12
Penulis: Febriawan
Editor: Syaiful Syafar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved