Berita Pemprov Kalimantan Utara

Belanja Konsumen Turun, Kaltara Alami Deflasi Negatif 0,46, Irianto: Bisa Jadi Karena Covid-19

Provinsi Kaltara diukur dari Kota Tarakan dan Tanjung Selor pada Maret 2020 mengalami deflasi sebesar -0,46 persen.

HUMASPROV KALTARA
Gubernur Irianto meninjau aktivitas pedagang-pedagang kecil di pasar tradisional di Tanjung Selor. Mereka termasuk kelompok profesi yang sangat terdampak dari sisi ekonomi akibat pendemi Covid-19. 

TANJUNG SELOR - Provinsi Kalimantan Utara diukur dari Kota Tarakan dan Tanjung Selor pada Maret 2020 mengalami deflasi sebesar -0,46 persen. Kota Tarakan diketahui mengalami deflasi sebesar -0,46 persen, dan Tanjung Selor sebesar -0,45 persen.

Berdasarkan cacatan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagaimana diungkapkan Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, deflasi daerah ini dipengaruhi penurunan indeks harga kelompok transportasi sebesar -2,80 persen.

Juga kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar -1,18 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar -0,33 persen, dan kelompok kesehatan sebesar -0,04 persen.

Jika kelompok makanan, minuman dan tembakau diperinci, maka terjadi deflasi pada kelompok bahan makanan di Tanjung Selor bulan Maret 2020 sebesar -2,05 persen, inflasi tahun kalender sebesar 1,29 persen dan deflasi tahun ke tahun sebesar -3,35 persen.

Di Kota Tarakan, kelompok bahan makanan mengalami deflasi bulan Maret 2020 sebesar -1,69 persen, deflasi tahun kalender sebesar -0,09 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 0,05 persen.

Adapun lima jenis barang/jasa penyumbang tertinggi inflasi Kaltara pada bulan Maret 2020 adalah emas perhiasan sebesar 0,1224 persen, tukang bukan mandor sebesar 0,0867 persen, tarif parkir sebesar 0,0379 persen, beras sebesar 0,0301 persen dan gula pasir sebesar 0,0258 persen.

Sedangkan lima jenis barang/jasa penyumbang deflasi tertinggi adalah angkutan udara sebesar -0,3649 persen, cabai rawit sebesar -0,1390 persen, tomat sebesar -0,0410 persen, bawang merah sebesar -0,0349 persen dan udang basah sebesar -0,0303 persen.

“Beberapa komoditas mengalami deflasi terutama pada kelompok sayuran dan buah-buahan. Di sana ada cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, dan lainnya. Itu umumnya mengalami penurunan. Dengan demikian, pengaruh kelangkaan barang akibat Covid-19 di bulan Maret 2020 khususnya di Kaltara masih belum terjadi," tuturnya, Rabu (1/4/2020).

Kata Gubernur, pihaknya telah memerintahkan Sekda dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 bekerjasama dengan Gugus Tugas Kabupaten/Kota ikut mengawasi ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga di seluruh pasar tradisonal di daerah.

“Pekan lalu saya meninjau Pasar Induk Bulungan. Harga relatif stabil, begitu pun ketersediaan bahan pokok yang dijual pedagang relatif aman. Hanya saja, pengunjung atau pembeli sudah agak berkurang, bisa jadi karena pengaruh Covid-19," tuturnya.

Gubernur Kaltara Irianto Lambrie saat berkunjung ke Pasar Induk Tanjung Selor, Jumat (27/3/2020).
Gubernur Kaltara Irianto Lambrie saat berkunjung ke Pasar Induk Tanjung Selor, Jumat (27/3/2020). (Tribunkaltim.co, Amiruddin)
Halaman
12
Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved