Virus Corona di Samarinda

Cegah Covid-19, Akses Keluar-Masuk Samarinda Dijaga Ketat Petugas Gabungan, Cek Riwayat Perjalanan

Cegah Covid-19, Akses Keluar-Masuk Samarinda Dijaga Ketat Petugas Gabungan, Cek Riwayat Perjalanan

Tribunkaltim.Co/Budi Dwi Prasetiyo
Kepala Dishub Samarinda Ismansyah. Cegah Covid-19, Akses Keluar-Masuk Samarinda Dijaga Ketat Petugas Gabungan, Cek Riwayat Perjalanan 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda akan memberlakukan pengamanan ketat di beberapa jalur yang menghubungkan antara Kota Samarinda dan Balikpapan, Jumat (3/4/2020).

Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan penularan pandemi covid-19 atau Virus Corona ke wilayah Kota Tepian.

Seperti diketahui, Kota Balikpapan menjadi salah satu wilayah di Kaltim yang masuk dalam zona merah karena sudah ada 15 kasus covid-19 yang terkonfirmasi di kota minyak.

Bahkan, dari 15 kasus yang sudah terkonfirmasi, satu di antaranya merupakan pasien yang tidak memiliki riwayat perjalanan keluar kota dan belum pernah melakukan kontak langsung dengan pasien terkonfirmasi.

Artinya, pasien tersebut merupakan kasus transmisi lokal pertama di Balikpapan.

Mengamati permasalahan tersebut, Pemkot bersama dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Samarinda mengambil kebijakan untuk membangun posko-posko di sekitar perbatasan jalur Samarinda-Balikpapan.

Posko pengamanan tersebut nantinya akan ditempati oleh personil Polresta Samarinda, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda, Dinas Perhubungan ( Dishub ) Kota Samarinda, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda.

Kepala Satuan Tugas Aman Nusa II Bidang Pencegahan covid-19 Polresta Samarinda, Kompol Nono Rusmana mengatakan, berdasarkan hasil rapat Forkopimda, beberapa pintu masuk ke Samarinda seperti simpang tiga Loa Janan, dan pintu keluar tol Samarinda-Balikpapan, akan dijaga ketat oleh petugas gabungan.

"Ada juga yang ditempatkan di pintu masuk Bandara APT Pranoto dan Pelabuhan Samarinda," ucap Nono, Kamis (2/4/2020) siang.

Dalam hal ini, kata Nono, pihaknya tidak mengambil keputusan untuk memasang portal atau barrier di jalur perbatasan seperti yang diterapkan beberapa daerah, teknisnya nanti sejenis razia kendaraan yang dilaksanakan oleh pihak kepolisian.

Halaman
12
Penulis: Budi Dwi Prasetiyo
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved