Minggu, 12 April 2026

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur

Disperindag Kutim Pastikan Stok Pangan Aman

hasil dari peninjauan juga pengecekan bahan pokok, seperti beras, gula pasir, tepung terigu serta minyak goreng, dalam kondisi aman.

HO - Disperindag Kutim
Pengecekan pasokan bahan pangan di beberapa distributor dan pasar. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kutai Timur memastikan stok pangan, terutama bahan pokok aman dalam menyambut Ramadhan.

Hal ini beranjak dari hasil peninjauan tim Disperindag dan kepolisian di beberapa distributor bahan pangan, maupun pedagang di Pasar Induk Sangatta.

Kasi Perdagangan Dalam Negeri, Ahmad Doni Erviady mewakili Kadisperindag Kutim, Zaini mengatakan hasil dari peninjauan juga pengecekan bahan pokok, seperti beras, gula pasir, tepung terigu serta minyak goreng, dalam kondisi aman.

Tak hanya saat terimbas mewabahnya Covid-19, namun dalam menyambut Ramadhan, akhir April nanti.

“Sembako aman. Kita juga cek di distributor. Ikan, daging maupun ayam juga aman di pasaran. Dari hasil pengecekan di lapangan, harga pun stabil saja. Kalau pun ada kenaikan, paling tidak terlalu signifikan. Namun, kita pastikan jumlahnya mampu mencukupi kebutuhan masyarakat di Kutai Timur,” ungkapnya.

Selain memastikan keamanan pasokan bahan pangan, Doni juga memastikan kebersihan Pasar Induk Sangatta.

Penyemprotan di kawasan Pasar Induk oleh Disperindag Kutai Timur bersama UPT Pasar Induk Sangatta.
Penyemprotan di kawasan Pasar Induk oleh Disperindag Kutai Timur bersama UPT Pasar Induk Sangatta. (HO - Disperindag Kutim)

Karena telah dilakukan penyemprotan oleh tim gugus percepatan penanggulangan penyebaran covid 19, BPBD, serta tim dari relawan yang dengan suka hati melakukan penyemprotan.

Di pasar juga sudah tersedia tempat mencuci tangan lengkap dengan sabunnya.

Sehingga warga yang melakukan transaksi pembelian bisa langsung mencuci tangannya.

“Penyemprotan dilakukan siang hari, sekitar pukul 14.00 wita. Karena saat itu, pasar sudah sepi dan para pedagang sudah tidak berjualan. Jadi memang sebelum penyemprotan kita umumkan lebih dulu. Sehingga lapak dalam keadaan kosong. Setelah itu, baru kita semprot dan digunakan kembali oleh pedagang, keesokan harinya, dalam keadaan yang bersih,” kata Doni.(advertorial/Diskominfo Perstik Kutim/sar)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved