Virus Corona di Balikpapan

Pasien Meninggal di Balikpapan Negatif Corona, Ini Penjelasan Kadinkes Kaltim

Setelah mendapatkan hasil laboratorium pengujian spesimen tes swab untuk virus corona di Jakarta, Dinas Kesehatan Kaltim mendapati satu hasil negatif

Tribunkaltim.co, Purnomo Susanto
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Kaltim, Andi M Ishak saat melaksanakan konferensi pers online melalui aplikasi zoom, pada Kamis (2/4/2020) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA  - Setelah mendapatkan hasil laboratorium pengujian spesimen tes swab untuk virus corona di Jakarta, Dinas Kesehatan atau Dinkes Kaltim mendapati satu hasil negatif.

Pasien Dalam Pengawasan ( PDP ) di Kota Balikpapan lah yang dinyatakan negatif itu. Namun, hasil ini tidak disertai dengan penyembuhan pasien. Namun, hasil ini merupakan hasil tes PDP yang telah dinyatakan meninggal, kemarin.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Kaltim, Andi M Ishak mengungkapkan, Setelah beberapa hari terakhir Dinkes Kaltim tidak mendapati hasil negatif dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes), akhirnya Dinkes Kaltim menerima hasil negatif.

“Hari ini, ada satu orang PDP dinyatakan negatif virus Corona,” ujarnya kepada awak media saat konferensi pers melalui aplikasi zoom, pada Kamis (2/4/2020), petang.

NEWS VIDEO Pasien PDP Corona asal Kubar yang di Rujuk ke Samarinda, Negatif Corona   

5 Warga Kota Samarinda Sempat Dalam Pantauan, Hasil RSUD Abdul Wahab Sjahranie, Negatif Corona

“Hasil negatif itu merupakan hasil negatif dari PDP di Kota Balikpapan, yang telah dinyatakan meninggal dunia kemarin. Hasilnya laboraturiumnya baru didapati setelah pasien meninggal,” lanjutnya menjelaskan.

Dibeberkan Andi, PDP Balikpapan ini sebelumnya telah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanudjoso Djatiwibowo pada tanggal 29 Maret 2020 lalu.

“Artinya, pasien meninggal bukan karena terpapar virus Corona. Perlu saya sampaikan, bahwa sebelum akhirnya meninggal dunia pasien terlebih dahulu dirawat di RS dr Hardjanto Balikapan. Keluhannya saat itu batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam dan sesak nafas,” tuturnya.

Sebelumnya, diceritakan Andi, dalam proses uji laboraturium dilakukan di Jakarta. Akan tetapi, selama menunggu hasil laboraturium pasien terus mengalami kondisi kesehatan yang semakin memburuk. Sehingga, tim medis merujuk pasien ke RSUD Kanudjoso Djatiwibowo atau RSKD Balikpapan.

19 Mahasiswa China Asal Kaltara Diobservasi, Tarakan Terbanyak, Dinkes Sebut Semua Negatif Corona

Mahasiswa Kuliah di China Dirawat di RSUD Tarakan, Kepala KKP: Negatif Corona, Ternyata Sakit Ini

“Setelah dirujuk, setibanya di RSKD kondisi pasien pun terus memburuk sampai akhirnya pasien meninggal dunia. Dan, kami tidak bisa menyampaikan bahwa pasien meninggal karena virus Corona. Sebab, sampai saat ini hasil laboraturium belum kami terima,” kisahnya.

Sehingga, saat itu Andi meminta, agar pemberitaan soal pasien tersebut meninggal karena virus Corona bisa diperbaiki. Pasalnya, penetapan pasien sebagai PDP pun karena riwayat sakit yang selama ini memang dialaminya.

“Gejala sakitnya mirip dengan pasien Corona. Jadi, penetapan status PDP itu karena gejala saja. Dan untuk penyebab meninggalnya, kita belum bisa pastikan karena hasilnya belum tiba,” ucapnya. (ink)

IKUTI >> Update Virus Corona

IKUTI >> Update Virus Corona di Samarinda

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved