News Video

NEWS VIDEO Semakin Langka, Konveksi di Samarinda Mulai Produksi APD

Ditengah langkanya ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD), Sebuah Konveksi di Samarinda berupaya untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Penulis: Nevrianto | Editor: Wahyu Triono

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Ditengah langkanya ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) di masa covid-19 sekarang ini, seperti masker dan baju hazmat.

Bahkan Rumah Sakit Umum dan Pemerintah Daerah pun dibuat pusing mencari kekurangan APD untuk kebutuhan tenaga medis.

Sebuah Konveksi di Samarinda berupaya untuk memenuhi kebutuhan APD.

 “Alhamdullilah ada usaha konveksi di Samarinda yang sudah beberapa hari ini melakukan diversifikasi usahanya dengan fokus membantu produksi baju hamat dan masker ini, namanya Muharram Konveksi di Jalan Rapak Mahang Kelurahan Sungai Kapih, Sambutan," ujar  Walikota Samarinda Syaharie Jaang didampingi Kadisperin Kota Samarinda, Muhammad Faisal Kepala Dinas Perindustrian kota Samarinda, Kamis (2/4/2020).

Ada dua tempat pembuatan APD dan masker kerja yang minimalis tapi nyaman usaha dengan pekerja Muharram Konveksi sebanyak 30 orang .

“Awalnya memang mereka fokus ke konveksi baju, kaos, jaket, tas, terpal seperti juga usaha sejenis, nah disaat banyak orang kesusahan menjadi APD mereka lalu mencoba membantu produksi, walau agak kesulitan dengan bahan baku yang susah dicari dan mahal sekali” jelas Faisal dihadapan awak media.

Balai Latihan Kerja Samarinda pun saat ini juga siap dalam membantu produksi APD maupun masker.

Hal ini seiring pula dengan harapan Walikota Samarinda yang menginginkan agar pengusaha lokal dapat berperan membantu pemenuhan kebutuhan APD.

"Sehingga kita tidak terlalu bergantung dengan pasokan dari daerah lain dan mengurangi kelangkaan yang menyebabkan harga menjadi tinggi" ujar Syaharie Jaang.

Sementara itu, Pimpinan Muharram Konveksi, Muhammad Nur, yang akrab disapa Memed menjelaskan bahwa mereka sekarang mulai fokus membantu produksi APD terutama baju hazmat dan masker.

“Kami mampu memproduksi sekitar 20 baju hazmat dan 1000 masker setiap harinya saat ini, mudahan dengan nanti bertambahnya mesin jahit kami bisa produksi lebih banyak lagi.” Ujarnya.

Memang produksi tidak hanya terpusat di Sambutan ini saja, tapi kami ada lagi tempat di Palaran dan Gang Dharma serta beberapa penjahir di rumah masing-masing yang diberdayakan untuk membantu jika ada produksi yang banyak.

“Memang hambatan utama adalah susahnya dan mahalnya pasokan bahan baku serta masih kekurangan mesin untuk produksi, saat ini kami baru mempunyai 40 mesin Jahir beragam type untuk mendukung usaha ini." ujarnya.

Kini  hasil produksi diambil alih oleh pemkot akan dibagikan masyarakat secara gratis langsung dibeli,kami inginnya berjihad atau berjuang dari sisi kemanusiaan, karena kami bisa merasakan dari kerja membuat masker dan baju APD yang banyak pesanan dalam sehari bisa membuat 1300 masker.” katanya bersemangat.

 

Bagian keuangan Muharram Konveksi, Arinovita menambahkan dalam sehari baju APD hazmat  dan masker mampu dibuat Muharram Konveksi untuk melayani ratusan pemesan.

 

"Dalam sehari kami biasanya bisa membuat baju APD dengan jumlah 20 sampai 25 lembar.Kemudian untuk pembuatan masker dalam sehari mampu membuat 1300 makser dengan masing masing pemesanan minimal 100 masker.

 

Harganya yang masker 2 lapis, 60.000 satu lusin bahan spun bond.Kemudian masker 1 lapis 46.000 perlusin dengan bahan jenis spun bond.Kain lotto dan jersey 66.000 perlusin.Sedangkan Baju APD 250.000 perbaju,"jelasnya.(*)

IKUTI >> News Video

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved