Tidak Hanya Bebaskan Napi Lebih Awal, Lapas Bontang Antar Warga Binaan Sampai Rumah

Tak hanya di Kota Bontang, bahkan petugas Lapas mengantar hingga ke Kutai Timur hingga Samarinda. Hal itu dikemukakan oleh Kalapas Bontang.

TribunKaltim.co/HO Lapas Klas IIA Bontang
Tak hanya membebaskan narapidana lebih awal, Lapas Kelas IIA Bontang juga turut antarkan mantan warga binaan permasyarakatan (WBP) ke rumah masing-masing, Jumat (3/4/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Tak hanya membebaskan narapidana lebih awal, Lapas Kelas IIA Bontang juga turut antarkan mantan warga binaan permasyarakatan (WBP) ke rumah masing-masing.

Tak hanya di Kota Bontang, bahkan petugas Lapas mengantar hingga ke Kutai Timur hingga Samarinda. Hal itu dikemukakan oleh Kalapas Bontang, Ronny Widiyatmoko, Jumat (3/4/2020).

"Semua WBP asimilasi yang tidak dijemput keluarganya kami antar sampai Sangata sebanyak kurang lebih 50 orang. Samarinda ada 6 orang, Bontang beberapa orang saja," katanya.

Dijelaskannya, pemberian asimilasi di rumah kepada WBP merupakan upaya yang dilakukan Kemenkumham dalam rangka mencegah atau meminimalisir penyebaran virus Covid-19 di Lapas.

Menurutnya, Lapas merupakan tempat rentan terjadinya penyebaran virus Covid-19 ketika terjadi over kapasitas di dalam. Walaupun tidak signifikan jumlah WBP yang diasimilasikan dianggap paling tidak dapat sedikit membantu menciptakan sosial distancing di antara para WBP itu sendiri.

BACA JUGA: 

 Pemkot Tarakan Jemput Kembali 11 Jamaah Tabliq Ijtima Dunia Cluster Gowa Sulawesi Selatan

 Pemkot Balikpapan Gelar Rapid Test, 50 Orang Kontak Erat Cluster Ijtima Dunia di Gowa Negatif Corona

 BREAKING NEWS 4 Warga Nunukan Positif Covid-19, Kasus Corona di Kalimantan Utara Bertambah Jadi 6

"Yang perlu digaris bawahi, ini adalah momen penting bagi kita untuk berbuat kepada NKRI dalam rangka menyelamatkan sesama agar terhindar dari virus Covid-19. Dengan memberikan Layanan Asimilasi tanpa dipungut biaya Serupiah pun," ungkapnya.

Lebih lanjut, Kemenkumham melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan harus berbuat kepada WBP yang berada dalam kondisi over kapasitas di dalam Lapas. Sebab itu lahirlah Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 terkait pengeluaran WBP melalui Asimilasi dan Integrasi.

"DI Lapas Bontang ada 75 orang diasimilasi pada tahap pertama dari jumlah WBP saat ini 1,080 orang," ungkapnnya.

Untuk diketahui, sebanyak 126 warga binaan Lapas Kelas II Bontang berkesempatan bebas lebih awal. Kendati demikian pada hari Kamis (2/4/2020) baru sebanyak 75 warga binaan yang dipastikan bebas lebih awal lantaran telah melengkapi prasyarat berdasarkan ketentuan yang berlaku.

"Warga binaan yang siap dilepaskan sebanyak 75 orang, terdiri dari 51 napi dari Kutim.dan 24 dari Bontang. Sementasa sisanya akan dilepas secara bertahap, jika data telah lengkap," jelasnya.

Misal, untuk pengeluaran narapidana dan anak melalui asimilasi, mereka harus menjalani 2/3 masa hukuman, dengan rentang waktu hingga 31 Desember 2020.

Sementara warga binaan di bawah umur, harus menjalani 1/2 masa hukuman. Narapidana yang masuk skala prioritas, yakni berusia 50 tahun ke atas. Hal tersebut mengingat mereka lebih mudah terpapar virus.

Kendati demikian, pembebasan tersebut tak berlaku bagi narapidana narkotika dan prekursor narkotika, psikotropika, korupsi, kejahatan terhadap keamanan negara dan kejahatan hak asasi manusia yang berat, kejahatan trans nasional terorganisasi dan terorisme.

(Tribunkaltim.co/Bontang)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved