Balikpapan Jadi Kota Pemakai Handphone dan Internet Terbanyak di Kalimantan Timur

Meningkatnya penetrasi internet seiring dengan membaiknya infrastruktur digital di seluruh Nusantara membuat Indonesia menjadi pasar yang menarik

Tribunkaltim.co, Heriani
ILUSTRASI masyarakat yang menggunakan handphone di Balikpapan 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Meningkatnya penetrasi internet seiring dengan membaiknya infrastruktur digital di seluruh wilayah Nusantara membuat Indonesia menjadi pasar yang menarik untuk ekonomi digital.

Jumlah penduduk yang mencapai 264 juta jiwa dengan pengguna internet yang mencapai 171 juta pelanggan menunjukkan bahwa adanya potensi untuk berkembang. Hasil pemetaan daya saing digital Indonesia melalui East Ventures - Digital Competitiveness Index ( EV-DCI ) 2020 menunjukkan bahwa secara umum EV-DCI Indonesia bernilai 27,9.

Co-founder & Managing Partner East Ventures, Willson Cuaca dalam siaran persnya menyebut dengan skala 0-100, angka ini memperlihatkan bahwa daya saing digital Indonesia masih terbilang rendah. Artinya, Indonesia memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital.

Berdasarkan pada 9 pilar yang menjadi alat ukur EV-DCI, pilar penggunaan teknologi informasi dan komunikasi
  ( ICT ) yang mendapatkan nilai tertinggi. Ini berarti dari segi infrastruktur, Indonesia tergolong paling siap dalam
ekonomi digital.

Pengguna Internet di Indonesia Capai 171,17 Juta, Pemerintah Didesak Lindungi Data Pribadi

Pengguna Internet Indonesia Paling Puas dengan Belanja Online

Password Pengguna Internet di Indonesia Paling Banyak yang Dibobol

Foto Donald Trump Muncul Saat Pengguna Internet Ketik Idiot di Google Images, Ada Apa?

"Sedangkan, pilar sumber daya manusia ( SDM ) dan kewirausahaan merupakan dua pilar dengan skor terendah yang menandakan bahwa Indonesia harus bekerja keras untuk menyiapkan SDM dan kewirausahaan untuk menghadapi ekonomi digital," katanya.

Pulau Jawa memang memimpin pada hampir semua pilar pembangunan EV-DCI. Namun, Kalimantan Timur menjadi provinsi di luar Pulau Jawa dan Bali yang mampu menempati posisi 8 nasional dengan skor EV-DCI 37,9.

Keberadaan provinsi ini di posisi tersebut cukup melebihi ekspektasi karena melebihi provinsi lain, terutama Provinsi  Bali
dan Jawa Tengah. "Kaltim memiliki performa paling baik di pilar penggunaan ICT dengan skor 72,8 (ke-4)," ungkapnya.

Hal tersebut didukung karena rasio kepemilikan handphone dan komputer di provinsi ini tergolong tinggi. Selain penggunaan ICT, Kaltim juga memilki skor cukup tinggi dalam hal regulasi dan kapasitas pemda (43,7; ke-9).

"Adapun untuk kota, Balikpapan menjadi kota dengan skor EV-DCI tertinggi di Kalimantan, yaitu sebesar 44,2.
Kota ini merupakan pusat bisnis dan industri, sekaligus memiliki perekonomian terbesar di Kalimantan," pungkasnya.

Penulis: Heriani AM
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved