Virus Corona di Samarinda

Pandemi Virus Corona, Dinas Perdagangan Kota Samarinda Dorong Terapkan Pasar Online

Pemerintah Kota Samarinda ( Pemkot Samarinda ) agar memutus mata rantai penyebaran wabah Virus Corona atau virus Covid-19.

TribunKaltim.co/Muhammad Riduan
Pasar di Kota Samarinda Kalimantan Timur. Upaya membatasi pertemuan antar manusia atau sosial distancing, terus dilakukan Pemerintah Kota Samarinda ( Pemkot Samarinda ) agar memutus mata rantai penyebaran wabah Virus Corona atau virus Covid-19. 

TRIBUNKALTIM. CO, SAMARINDA - Upaya membatasi pertemuan antar manusia atau sosial distancing, terus dilakukan Pemerintah Kota Samarinda ( Pemkot Samarinda ) agar memutus mata rantai penyebaran wabah Virus Corona atau virus Covid-19.

Pusat keramaian pun mulai ditutup sementara waktu seperti tempat hiburan, sekolah, dan pusat perbelanjaan. Namun hanya fasilitas kebutuhan pokok seperti pasar tradisional yang masih bebas melakukan transaksi dagang tatap muka.

Tidak kehabisan akal baru-baru ini Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda Kalimantan Timur menerapkan kebijakan pasar online. Hal ini untuk meminimalisir transaksi dagang tatap muka antara pedagang dan pembeli.

Perihal tersebut disampaikan Sugih Koordinator Pasar Kemuning, ia mengungkapkan sosialisasi mengenai kebijakan Disdag Kota Samarinda telah dilakukan selama 3 hari.

"Sebenarnya ini baru saja berjalan selama dua hari yang lalu, hari ini sudah ketiga hari," ujarnya saat dihubungi telepon seluler, pada Jumat (3/4/2020).

Menurut Sugih, dengan menggunakan transaksi online ini dapat mempermudah dan memberi keuntungan bagi para pedagang maupun para konsumen pasar.

BACA JUGA: 

 Pemkot Tarakan Jemput Kembali 11 Jamaah Tabliq Ijtima Dunia Cluster Gowa Sulawesi Selatan

 Pemkot Balikpapan Gelar Rapid Test, 50 Orang Kontak Erat Cluster Ijtima Dunia di Gowa Negatif Corona

 BREAKING NEWS 4 Warga Nunukan Positif Covid-19, Kasus Corona di Kalimantan Utara Bertambah Jadi 6

"Mereka hanya bekerja lewat telepon saja, baru nanti kurir yang mengambil," ucapnya.

Adapun untuk penerapannya, tidak ada syarat khusus yang perlu dilakukan. Hanya perlu mencatat nomor handphone atau nomer WhatsApp yang akan dicantumkan dalam selebaran atau pamflet.

"Operasionalnya di sini saling bantu saja, semisal pedagang sayur yang angkat telepon tapi pembeli mau beli ikan, nah atau kebetulan mau beli ayam, itu juga bisa sekalian aja sama penjual sayur, saling atur aja mereka," ucap Sugih

Halaman
12
Penulis: Muhammad Riduan
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved