Virus Corona di Mahulu

Sebarkan Berita Hoaks di Medsos, Dua IRT di Mahakam Ulu Berurusan dengan Polisi

Dua IRT di Long Melahan Kecamatan Long Bagun Kabupaten Mahakam Ulu ( Mahulu ) Kalimantan Timur harus berurusan dengan polisi menyebar berita hoaks

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
ILUSTRASI HOAKS TENTANG CORONA - Tersangka penyebar video hoaks Corona di PGC, AS (21) saat dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolrestro Jakarta Timur, Rabu (18/3/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Dua ibu rumah tangga ( IRT ) di Long Melahan Kecamatan Long Bagun Kabupaten Mahakam Ulu ( Mahulu ) Kalimantan Timur harus berurusan dengan polisi. Dua IRT ini diduga menyebar berita yang tidak benar atau hoaks.

Kedua IRT ini, yaitu P ( 18 ) dan B ( 27 ), dikabarkan telah menyebarkan berita bahwa ada warga di Kampung Mamahak Besar ( Mambes ), Long Bagun yang terkena virus Corona

"Keduanya kita amankan, karena ada dugaan menyebarkan berita bohong. Melalui media sosial mereka mengabarkan ada yang positif Corona. Ternyata itu tidak benar, alias hoaks,"  tegas Kapolres Kutai Barat ( Kubar ), AKBP Roy Satya Putra melalui Kapolsek Long Bagun Iptu Purwanto saat dikonfirmasi, Sabtu (4/4/2020).

Meski sempat diamankan dan diinterogasi, keduanya tidak diberikan sanksi pidana. Kedua IRT ini hanya diminta untuk membuat surat pernyataan, dan meminta maaf kepada publik.

Seorang Oknum Polwan Dilaporkan Karena Diduga Sebarkan Hoaks tentang Corona, Begini Nasib Korbannya

Balon Walikota Samarinda Andi Harun Serukan Politik Kegembiraan, Tanpa Hoaks dan Menjaga Kebersamaan

HOAKS Pasar Induk Senaken di Paser Ditutup Gara-gara Corona, Diduga Sengaja Bikin Panic Buying

Kabar Pelabuhan Tengkayu II Tarakan Lockdown Adalah Hoaks, Armada Speedboat Reguler Didesinfektan

"Setelah kita panggil, keduanya kita suruh buat pernyataan minta maaf sekaligus tidak akan mengulangi perbuatannya. Juga menyatakan kalau apa yang disebarkan di media sosial itu tidak benar," tegasnya.

Lebih jauh Purwanto mengatakan, apa yang dilakukan oleh kedua wanita itu menjadi pelajaran bagi dirinya dan juga warga lainnya.  Bahwa menyebarkan informasi tidak benar atau hoaks itu tidak dibolehkan. Bahkan ada sanksi pidana.

"Memang tidak sampai ke pidana, tapi kalau sampai diulangi lagi akan langsung dipidana. Karena akibat perbuatannya telah membuat keresahan di masyarakat. Apalagi di tengah kondisi wabah Corona seperti sekarang," kata Kapolsek.

Dia pun mengimbau, agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Jika memang berita tidak pasti kebenarannya, warga diminta tidak asal menyebarkan. (naw)

IKUTI >> Update Virus Corona

IKUTI >> Update Virus Corona di Mahulu 

Penulis: Febriawan
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved