Breaking News:

Virus Corona

MUI Jelaskan Alasan Dibalik Fatwa Haram Mudik Saat Pandemi Corona 'Hukumnya Wajib Diikuti'

MUI jelaskan alasan dibalik fatwa haram mudik saat pandemi Corona 'Hukumnya Wajib Diikuti'.

TRIBUN KALTIM / FACHMI RACHMAN
Ilustrasi MUI jelaskan alasan dibalik fatwa haram mudik saat pandemi Corona 'Hukumnya Wajib Diikuti'. 

TRIBUNKALTIM.CO - MUI jelaskan alasan dibalik fatwa haram mudik saat pandemi Corona 'Hukumnya Wajib Diikuti'.

Momen mudik lebaran yang biasa terjadi setiap tahun dikhawatirkan bakal semakin memperparah penyebaran virus Corona di Indonesia.

Karena itu Majelis Ulama Indonesia ( MUI )nmengeluarkan fatwa haram mudik  dari daerah pandemi virus Corona atau covid-19 seperti dari Jakarta

Sebelumnya Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) telah mengimbau agar masyarakat tidak mudik di tengah pandemi corona ini, terutama dari Jakarta.

Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas menjelaskan, mudik dilakukan dari daerah pandemi ke daerah lain itu dilarang.

Menurut Anwar, orang yang melakukan padahal pekerjaan tersebut dilarang, berarti yang bersangkutan telah melakukan sesuatu yang haram.

 Kasus Virus Corona Capai 2.092, Achmad Yurianto Waspadai Warga Golongan Ini Terus Tularkan Covid-19

 Virus Corona di Jakarta Tembus 1.071 Kasus, Anies Baswedan Larang Warga Kenakan Masker Medis

 Positif Virus Corona, Begini Kondisi Pengganti Fakhri Husaini di Timnas U-19, Asisten Shin Tae-yong

"Karena disyakki dan atau diduga keras dia akan bisa menularkan virus tersebut kepada orang lain. Apalagi virusnya menular dan sangat berbahaya," kata Anwar Abbas dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews, Jumat (3/4/2020).

"Jadi dengan demikian kalau pemerintah melarang warganya untuk pulang mudik di saat ada pandemi wabah corona, ya boleh saja, bahkan hukumnya adalah wajib diikuti karena kalau itu tidak dilarang, maka bencana dan malapetaka yang lebih besar tentu bisa terjadi," ujarnya.

Tindakan pemerintah sendiri, dikatakan Anwar, sudah sesuai dan sejalan dengan perintah Allah SWT terkait kebijakan mudik di tengah wabah.

"Yang artinya, janganlah kamu menjatuhkan dirimu ke dalam kebinasaan. Dan juga sangat sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW yang melarang orang untuk masuk ke daerah yang sedang dilanda wabah dan atau ke luar dari daerah tersebut," ujarnya.

Halaman
1234
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved