Berita Pemprov Kalimantan Timur

FK Unmul: Udara Panas Memang Bisa Musnahkan Corona, Tapi Jagak Jarak Fisik Lebih Efektif

"Suhu udara yang panas dapat memusnahkan virus yang ada di lingkungan yang terkena sinar matahari," ucap Yadi di Samarinda, Minggu (5/4/2020).

YouTube/Indosiar
Ilustrasi Imbauan Di Rumah Saja untuk mencegah penularan Covid-19 

SAMARINDA – Rupanya, cuaca panas adalah musuh Covid-19. Dari berbagai literatur disebutkan, virus ini lebih menular saat suhu udara rendah. Kabarnya, virus ini tidak tahan dengan panas.

Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Unmul dr Ika Fikria melalui Dosen Mata Kuliah Mikrobiologi FK Dr dr Yadi MSi memberi penjelasan.

"Suhu udara yang panas dapat memusnahkan virus yang ada di lingkungan yang terkena sinar matahari," ucap Yadi di Samarinda, Minggu (5/4/2020).

Saat musim kemarau, penularan virus ini akan sedikit terhambat. Namun demikian, urai Yadi, penyebaran virus ini sangat dipengaruhi oleh perilaku manusia. Semakin manusia membatasi jarak fisik antara satu dengan yang lain, maka akan sangat mengurangi penularannya.

"Suhu lingkungan memang berpengaruh, namun pengaruhnya kecil. Physical distancinglah yang sangat besar pengaruhnya, paling utama mengurangi penularan tersebut," jelasnya.

Berapa persen pengaruh suhu udara panas memusnahkan virus tersebut? "Saya tidak tahu pasti. Tapi rasanya sangat kecil. Bahkan, negara yang temperatur suhunya di atas 18 derajat hanya berpengaruh 5% untuk memusnahkan virus tersebut," sambungnya.

Dia mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik, serta terus melakukan physical distancing (PD).

"Kita akan mampu menghentikan penularan penyakit ini, bila semua bekerja sama. Jaga jarak itu intinya," tegas Yadi. (jay/sul/adv)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved