Breaking News:

Memuliakan Jenazah Covid-19, Syuhada Penghuni Surga

PENOLAKAN pemakaman jenazah pasien Covid-19 yang terjadi di sejumlah daerah adalah perbuatan tidak terpuji. Apabila jenazah tersebut adalah kaum musli

Tribunnews
PEMAKAMAN KORBAN CORONA - Prosesi pemakaman korban covid-19 

PENOLAKAN pemakaman jenazah pasien Covid-19 yang terjadi di sejumlah daerah adalah perbuatan tidak terpuji. Apabila jenazah tersebut adalah kaum muslim, maka kita wajib memuliakannya karena mereka tercatat sebagai syuhada yang mati syahid. Dan Allah Swt menjanjikan surga untuk para syuhada tersebut.

Dalam sebuah hadits Rasulullah Saw bersabda, ‘Syuhada’ (orang-orang yang mati syahid) itu ada lima, yakni orang yang mati karena terkena wabah, sakit perut, tenggelam, keruntuhan bangunan, dan mati yang syahid di jalan Allah.” (HR. AlBukhari dan Muslim).

Jadi syuhada bukan orang yang mati dalam medan pertempuran membela agama Allah saja, tetapi juga lima golongan yang disebutkan dalam hadits tersebut.

Para pasien positif virus Covid-19 yang beragama Islam, beriman, sabar dan ridho dengan wabah penyakit yang dideritanya kemudian dia wafat karena penyakit tersebut, maka almarhum tercatat sebagai syuhada.

Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) menyatakan, Covid-19 merupakan wabah atau tha’un. Dan jenazah Muslim pasien Covid-19 adalah syahid fil akhirah.

Sesungguhnya takdir kematian seseorang telah tertulis.
Setiap detik berlalu mengantarkan kita berjalan menuju tempat kematian pada waktu yang telah ditetapkan, tanpa bisa ditawar. Demikian juga dengan pasien penderita

Covid19, mereka telah menjalani takdir kematiannya.
Sebagai saudara, maka kita wajib mempersilahkan petugas yang ditunjuk untuk menunaikan pemakaman karena hukumnya fardu kifayah. Artinya bila tidak dilaksakan maka kita semua akan menanggung dosa.

Meski telah wafat, Islam mengajarkan kepada umatnya untuk tetap menghormati orang tersebut atau dikenal dengan sebutan adab. Adapun adab terhadap orang yang telah meninggal antara lain adalah, tidak mencela dan membicarakan keburukannya, berdiri saat ada iringiringan jenazah sebagai bentuk penghormatan terakhir dan tidak memperlambat proses pemakaman jenazah tersebut.

Prosedur Pemakaman

Agar tidak menimbulkan penularan, pengurusan jenazah pasien Covid-19 dilakukan dengan hatihati dengan menggunakan semua prosedur sesuai panduan dari Kemenkes, Kemenag dan MUI. Petugas kesehatan yang mengurus jenazah harus memakai alat pelindung diri (APD) lengkap untuk menghindari resiko penularan.

Halaman
123
Editor: Tohir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved