Virus Corona di Balikpapan

Dampak Covid-19 Beberapa UMKM di Balikpapan Hentikan Produksi Sementara

Penyebaran Covid-19 membuat pelaku usaha mikro, kecil dan menengah hadapi tantangan berat. Secara global, sebabkan perlambatan ekonomi, juga di Kaltim

HO Nany Achmad
ILUSTRASI Soes Crispy, camilan milik pelaku UMKM di Balikpapan, Nany Achmad 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Penyebaran Covid-19 membuat pelaku usaha mikro, kecil dan menengah atau UMKM  menghadapi tantangan berat. Secara global, pandemi coronavirus disease menyebabkan perlambatan ekonomi, termasuk di Indonesia.

Agar tak menelan banyak korban, pemerintah meminta masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah. Hal ini berimbas pada daya beli akibat kurangnya transaksi di pasaran.

Hal serupa dirasakan ribuan pelaku UMKM di Balikpapan. Ketangguhan pelaku UMKM kembali diuji dalam menghadapi penyebaran virus yang pertama kali muncul di Wuhan, China itu.

Covid-19 bahkan telah menyebabkan penurunan omzet sangat drastis. Demikian yang diungkapkan salah seorang pelaku UMKM, Nany Achmad, Founder Soes Crispy. Penurunan omzet pun hingga 80 persen.

Ia menyebut akibat pandemi covid-19 ini, iasementara menghentikan usahanya, sekaligus merumahkan sementara karyawan, hingga situasi kondusif.

Masuk Hari ke 14, Wawali Balikpapan Rahmad Masud Semprot Disinfektan di Ratusan Titik

Pasien Positif Virus Corona di Balikpapan Sembuh, Ini Kisahnya Selama Diisolasi di RSUD Kanujoso

Rawan Terpapar Virus Corona Saat Bertugas, Jurnalis Balikpapan Jalani Rapid Test Covid-19

NEWS VIDEO Beresiko Terpapar Covid-19, Jurnalis Balikpapan Jalani Rapid Test

"Sementara distop dulu produksinya. Karena saya bisanya juga memasarkan produk diluar Balikpapan," ujar Nany.

Agar perekonomian, utamanya bisnisnya tetap berdiri ditengah terpaan wabah, kini dirinya beralih usaha makanan basah yang dijual secara online. Meski pasarnya terbatas, berjualan makanan basah masih menolong produktivitas agar tak mati suri.

"Saya jualan makanan basah area Balikpapan saja. Alhamdulillah, lumayan. Tapi masalahnya, biasa pasarnya luas, kini terbatas karena adanya wabah dan penutupan jalan. Terpenting ada pendapatan meski tidak maksimal," pungkasnya.

IKUTI >> Update Virus Corona

IKUTI >> Update Virus Corona di Balikpapan

Penulis: Heriani AM
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved