Virus Corona di Kaltara

Gegara Virus Corona, Dua Trayek DAMRI di Kalimantan Utara Dihentikan Sementara

Pandemi covid-19 atau virus Corona, turut berdampak terhadap operasional moda transportasi. Salah satunya moda transportasi darat

Tribunkaltim.co, Amiruddin
Suasana di Kantor Perum DAMRI Tanjung Selor, Kalimantan Utara (Kaltara), Jl Sengkawit, Kabupaten Bulungan. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Pandemi covid-19 atau virus Corona, turut berdampak terhadap operasional moda transportasi.

Salah satunya moda transportasi darat, yang dikelola Perusahaan Umum Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia ( Perum DAMRI ).

Seperti yang diungkapkan General Manager Perum DAMRI Cabang Tanjung Selor, Tri Wijono Djati. Gegara pandemi covid-19, kata dia, dua trayek DAMRI dihentikan sementara operasionalnya. Yakni, trayek Tanjung Selor - Berau dan Tanjung Selor - Malinau.

Penghentian sementara armada DAMRI di dua trayek tersebut, terhitung sejak 1 April 2020.

"Sesuai surat yang kami terima, itu sampai tanggal 14 April atau 14 hari lamanya dihentikan sementara.Tetapi kita akan lihat perkembangannya ke depan, apakah pandemi ini berakhir atau seperti apa," kata Tri Wijono Djati, kepada TribunKaltim.co, Rabu (8/4/2020) siang.

Waspada Virus Corona, Perum Damri Tanjung Selor Datangkan Alat Deteksi Suhu Tubuh Bagi Penumpang

Waspada Virus Covid-19, Bus Damri di Tanjung Selor Kaltara Rutin Dibersihkan, Disemprot Disinfektan

Imbas Merebaknya Virus Corona, Penumpang DAMRI di Tanjung Selor Kalimantan Utara Menurun

TRIBUN TRAVEL Bus DAMRI Buka Rute Samarinda - Berau, Tarif Rp 225.000 Setiap Sabtu dan Rabu

Tri Wijono Djati menambahkan, akibat penghentian sementara tersebut, hanya dua trayek DAMRI yang masih beroperasi saat ini. Yaitu, trayek Tanjung Selor- Pideng Pali, dan Salang-Malinau.

Tri Wijono Djati juga menyebut, mulai hari ini pihaknya mengurangi operasional DAMRI trayek Salang-Malinau. Hal itu kata dia menindaklanjuti surat Dinas Perhubungan Kabupaten Malinau.

"Sebelumnya itu trayek Salang-Malinau beroperasi setiap hari. Namun pasca ada surat Kadis Perhubungan Malinau, kita kurangi operasionalnya hanya Senin, Rabu, dan Jumat," ujarnya.

Sekadar diketahui, sebelum pandemi covid-19, Perum DAMRI Tanjung Selor mengoperasikan sembilan bus untuk empat trayek. Yaitu, Tanjung Selor-Berau, Tanjung Selor-Malinau, Salang-Malinau, dan Tanjung Selor-Tideng Pale.

Trayek Tanjung Selor-Berau dibanderol Rp 50 ribu perorang, Salang-Malinau Rp 50 ribu perorang, Tanjung Selor-Tideng Pale Rp 100 ribu perorang, dan Tanjung Selor-Malinau Rp 130 ribu perorang.

IKUTI >> Update Virus Corona

IKUTI >> Update Virus Corona di Kaltara
(TribunKaltim.co/Amiruddin)

Penulis: Amiruddin
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved