Berita Pemkab Kutai Timur

Puasa dan Lebaran, Bupati Kutim Minta PNS maupun TK2D Tetap di Sangatta

secara tegas melarang mudik dan keharusan ASN atau PNS menggunakan masker, juga diikuti Pemkab Kutai Timur.

TRIBUN KALTIM/MARGARET SARITA
Bupati Ismunandar usai mengikuti vicon dengan Kementerian Dalam Negeri RI bersama Gubernur, Bupati dan Walikota se Kalimantan dan Sulawesi. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Menteri PAN-RB, Tjahjo Kumolo mengeluarkan surat edaran tertulis tentang pembatasan kegiatan bepergian ke luar daerah dan atau kegiatan mudik bagi Aparatur Sipil Negara dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Edaran tersebut menyebutkan bagi ASN atau PNS dan keluarganya yang nekat mudik, bakal dikenai sanksi administrasi.

Surat edaran yang awalnya hanya mengimbau, kemudian diubah menjadi secara tegas melarang mudik dan keharusan ASN atau PNS menggunakan masker, juga diikuti Pemkab Kutai Timur.

Bupati Ir H Ismunandar MT meminta para ASN maupun Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) di lingkungan Pemkab Kutim agar tetap berada di kampung, yakni di Sangatta atau di kecamatan lain di Kutai Timur, tempatnya bertugas.

Kronologi PHK Massal Karyawan Ramayana Depok, Benarkah Imbas Virus Corona?

NEWS VIDEO Lorenzo Kenang Rivalitas dengan Rossi, Sebut 1 Keunggulan The Doctor

Kabar Baik, Dua Hari Terakhir Tidak Ada Penambahan Kasus Covid-19 di Kalimantan Utara

Dampak Covid-19 Beberapa UMKM di Balikpapan Hentikan Produksi Sementara

“Kalau di Sangatta ini, tidak ada mudik. Tapi behanyut. Kalau ke Samarinda, Tenggarong atau Balikpapan, behanyut namanya. Kalau mudik, ke Sangkulirang atau Kaubun. Tapi kita imbau agar mereka tetap di tempatnya masing-masing saja. Di Sangatta, nggak usah kemana-mana dulu. Sampai kondisi membaik. Kami di sini imbauan saja. Kesadaran dari masing-masing ASN maupun TK2D untuk mematuhi demi kebaikan bersama,” kata Ismunandar, usai mengikuti video conference dengan Kementerian Dalam Negeri di ruang rapat Dinas Komunikasi Informasi Persandian dan Statistik Kutai Timur, Rabu (8/4/2020).

Begitu juga dengan kegiatan Ramadhan dan Idul Fitri mendatang. Bupati meminta masyarakat tetap meminta mengikuti surat edaran Menteri Agama.

Tidak melakukan kegiatan yang melibatkan banyak massa, berkumpul termasuk kegiatan keagamaan.

“Di Kutim memang kondisi penyebaran Covid 19, terus menurun. Pasien yang positif telah sembuh, angka PDP pun terus berkurang. Tapi, kita tidak tahu siapa yang Orang Tanpa Gejala (OTG). Ini yang dikhawatirkan membawa virus. Jadi, kita tetap saja waspada. Ikuti protokoler yang ada. Sampai dengan pemerintah pusat menentukan kondisi sudah aman dan bisa melakukan kegiatan seperti biasa,” ujarnya.(advertorial/Diskominfo Perstik Kutim/sar)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Ardian Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved