Virus Corona di Kaltara

Bandara Juwata Tarakan Belum Berlakukan Pembatasan Penerbangan Kala Pandemi Corona

Bandara Juwata Tarakan Kalimantan Utara belum berlakukan permintaan Walikota Tarakan, dr. Khairul di tengah pandemi covid-19 atau Corona.

TRIBUN KALTIM/JUNISAH
Bandara Udara Internasional Juwata Tarakan yang diopersionalkan awal tahun 2015. Berkenaan dengan surat yang diajukan Pemerintah Kota Tarakan terkait pembatasan penerbangan, Bandara Juwata Tarakan Kalimantan Utara belum berlakukan permintaan Walikota Tarakan, dr. Khairul di tengah pandemi covid-19 atau virus Corona. 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Berkenaan dengan surat yang diajukan Pemerintah Kota Tarakan terkait pembatasan penerbangan, Bandara Juwata Tarakan Kalimantan Utara belum berlakukan permintaan Walikota Tarakan, dr. Khairul di tengah pandemi covid-19 atau virus Corona.

Diketehui Walikota Tarakan, dr. Khairul meminta pembatasan penerbangan yakni hanya 1 penerbangan dalam sehari.

Alasan pembatasan tersebut, agar jumlah penumpang yang masuk ke kota Tarakan dapat berkurang. Sehingga hal tersebut dapat mengurangi jumlah pantauan yang ditangani oleh pemerintah kota Tarakan melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Tak hanya mengurangi pantauan penumpang yang turun di Kota Tarakan, menurutnya hal itu juga dapat mengurangi resiko pertambahan jumlah pasien positif di kota Tarakan.

Kepala Bandara Juwata Tarakan, Agus Priyanto mengatakan pihaknya belum bisa memenuhi permintaan dari Walikota Tarakan, dr. Kahirul. Mengingat perlu terlebih dahulu mendapatkan izin dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

BACA JUGA:

 Pasien Positif Covid-19 Tambahan di Samarinda, Bukan dari Kluster Manapun, Riwayat ke Acara di Bogor

 Lawan Covid-19, Warga Pesona Bukit Batuah dan Taman Sari Balikpapan Resmi Karantina Wilayah

 Karantina Wilayah Pesona Bukit Batuah dan Taman Sari Balikpapan, Begini Penerapan Sistem Keamanannya

"Pak Walikota menghendaki untuk flight itu hanya1 flight, nah ini yang diajukan pak walikota kepada pak menteri perhubungan tapi saya tidak tahu apakah kebijakan pak menteri perhubungan yang akan di sampaikan.

Dari pak wali ( Walikota Tarakan ) langsung ke Menteri (Perhubungan) saya dapat tembusan tadi. Jadi sampai sekarang kami masih berjalan sesuai dengan skenario kami," ujarnya, Kamis (9/4/2020).

Ia menuturkan cukup sulit untuk menyikapi permintaan dari Walikota Tarakan, Kalimantan Utara.

Meski demikian, pihaknya telah membatasi jumlah destinasi dalam tiap harinya.

Halaman
12
Penulis: Risnawati
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved