Opini

Manajemen Rumah Sakit Menghadapi Covid-19

Moga wabah pandemi Covid-19 segera berlalu dari Bumi Indonesia pada umumnya dan Kaltim pada khususnya. Setiap ada kesulitan, pasti ada kemudahan.

Humas Pemprov Kaltim
DR Moh. Jauhar Efendi, Plt. Asisten Pemerintahan & Kesra Setda Provinsi Kaltim 

Oleh: DR Moh. Jauhar Efendi
Plt. Asisten Pemerintahan & Kesra Setda Provinsi Kaltim

KATA Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) baru kita kenal pada akhir Tahun 2019. Bahkan, saat ini orang desa pun tahu kata covid-19, walaupun mungkin tidak semuanya tahu kepanjangan dari covid-19. Sebenarnya kata virus itu sendiri sudah lama kita kenal. Covid-19 ini baru mencuat setelah warga di Kota Wuhan, Ibukota Provinsi Hubei, Cina, terserang virus tersebut.

Virus ini menjadi sangat populer, karena menyebabkan kematian ribuan orang di seluruh dunia. Hingga kemarin (5/4), penyebaran virus Ccorona terus meluas. Sebanyak 207 negara mengonfirmasi terjangkit Covid-19 (covid19.go.id. Diakses 5 April 2020, pukul 22.04 wita).

Sebanyak 1,19 juta orang terkonfirmasi positif virus Corona, 64.580 orang meninggal dunia, dan 246.110 pasien sembuh (kompas.com., 5 April 2020)/ Bagaimana dengan Indonesia? Berdasarkan data per tanggal 5 April 2020, sudah ada 2.273 terkonfirmasi positif terinfeksi covid-19, 198 orang meninggal dunia, dan 164 orang dinyatakan sembuh (covid19.go.id. Diakses tanggal 5 April 2020, pukul 22.07 wita). Provinsi Kaltim menduduki urutan ke 8 dari 32 provinsi yang sudah terjangkit. Data yang dirilis 5 April 2020 pukul 12.00 Wita, ada 25 orang positif terkonfirmasi virus Corona. Dari jumlah tersebut 1 orang meninggal, yakni PDP warga dari Kalimantan Selatan.

Ada berita yang cukup menggembirakan yaitu 3 orang PDP positif terkonfirmasi Covid-19, yang dirawat di RSU Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) dinyatakan sembuh. Dalam menghadapi wabah pandemi Covid-19 dan di tengah keterbatasan Alat Pelindung Diri (APD) serta situasi kepanikan yang dihadapi masyarakat, diperlukan manajemen rumah sakit yang andal.

Cerita kesembuhan 3 orang pasien yang positif terkonfirmasi Covid-19 dan dirawat di RSKD inilah yang mendorong penulis ingin menjelaskan tentang bagaimana manajemen RSKD yang saat ini dikomandani dr. Edy Iskandar, Sp.PD bersama lebih dari 1.250 orang bisa memberikan pelayanan terbaik dan memberikan bukti nyata, bahwa pasien Covid-19 bisa sembuh.

Selain itu, penulis juga memberikan apresiasi kepada jajaran manajemen RSUD Taman Husada, Bontang dan jajaran manajemen RSUD Aji Muhammad Parikesit, Tenggarong. Keduanya juga telah membuktikan diri bisa merawat dan menyembuhkan pasien covid-19, masing-masing 1 orang.

Penulis hanya mengupas tentang manajemen RSKD milik Pemprov Kaltim. Dulu ada satu lagi rumah sakit milik Pemprov Kaltim yang berlokasi di luar Ibukota Samarinda, yaitu Rumah Sakit Tarakan. Saat ini telah dihibahkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.

RSKD berlokasi di Jl MT Haryono, Balikpapan mulai dibangun 1991/1992 sampai 1994/1995 di atas tanah 24,2 hektar (Ha). Dana berasal APBN dan APBD Provinsi Kaltim. Luas bangunan RSKD awalnya 15.277 m2. Gedung RSKD ini mulai digunakan 21 April 1997. Peresmian dilakukan Presiden kedua RI, Presiden Soehart, pada 19 Agustus 1997.

Seiring tuntutan perkembangan zaman serta jumlah pasien yang ditangani terus mengalami peningkatan, maka dilakukan pengembangan pembangunan. Gedung Anggrek Hitam, 8 lantai, dilengkapi dengan helipad dimulai pembangunannya pada tahun 2011. Peresmian Gedung Anggrek Hitam pada tanggal 22 Maret 2013 Menteri Kesehatan RI, dr. Andi Nafsiah Walinono Mboi, Sp.A.

Halaman
123
Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved