Virus Corona

Dalam Satu Hari Pasutri Meninggal karena Virus Corona, Istri Berstatus PDP, Belum Ada Hasil Tes Swab

Dalam satu hari, pasangan suami istri ( pasutri ) meninggal dunia akibat virus Corona, istri berstatus PDP namun hasil tes swab belum keluar

Tribun Lampung Deni Saputra/Romi
Kadiskes Lampung Reihana ( kanan ). Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM), Bandar Lampung. Dalam satu hari, pasangan suami istri ( pasutri ) meninggal dunia akibat virus Corona, istri berstatus PDP namun hasil tes swab belum keluar 

TRIBUNKALTIM.CO - Dalam satu hari, pasangan suami istri ( pasutri ) meninggal dunia akibat virus Corona, istri berstatus Pasien Dalam Pengawasan ( PDP ) namun hasil tes swab belum keluar.  

Sementara suami yang positif Corona meninggal dunia beberapa jam setelahnya. 

Pasangan suami istri ini meninggal dunia di RS Abdoel Moeloek, Bandar Lampung.

Sang suami adalah pasien ke-13 positif Corona yang dirawat di ruang isolasi RS Abdoel Moeloek, Bandar Lampung.

Pasien ke-13 meninggal dunia Rabu (8/4/2020) pukul 23.08 WIB.

Sementara istrinya yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan ( PDP ) meninggal dunia lebih dahulu pada hari yang sama pukul 10.00 WIB. 

Kasus Pasien ODP atau PDP Kabur dari RS Makin Sering Terjadi, Terkini dari Tenggarong ke Makassar

Virus Corona, SBY Respon Telegram Kapolri Idham Azis Soal Hina Presiden, Ungkap Ketakutan Jokowi

Kabar Gembira, Peneliti Beber Puncak Wabah Virus Corona Lebih Cepat Berkat Aksi Jajaran Erick Thohir

Di Mata Najwa, Anies Baswedan Sindir Kemampuan Jajaran Jokowi Tes Virus Corona, Jakarta Mirip Wuhan

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung Reihana menjelaskan, pasien tersebut adalah seorang wanita berusia 69 tahun.

"Sebelum meninggal, memang yang bersangkutan ini datang ke RSUDAM hari Selasa (7/4/2020) sekitar pukul 20.00 WIB," kata Reihana siaran video yang dikirim kepada Tribunlampung.co.id, Rabu (8/4/2020).

Menurut Reihana, pasien itu mengalami sesak napas.

Petugas menyarankan agar wanita tersebut dirawat dan diisolasi.

"Sejak semalam langsung diisolasi. Kondisinya tubuh cenderung menurun. Tekanan darahnya 150/80 mmHg dan saturasi oksigennya hanya 87," beber Reihana.

Selain itu, terus Reihana, pasien juga memiliki riwayat penyakit gula darah. 

"Kami telah berusaha dengan memasang ventilator noninkubasi kepada yang bersangkutan," katanya.

"Namun, sejak sejak pagi tadi kondisinya terus menurun. Pada akhirnya nyawa beliau mendadak tidak dapat diselamatkan pada pukul 10.58 WIB," lanjutnya.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved