Virus Corona
Gratis Rapid Test Corona hingga 17 April, Warga Ibukota bisa Manfaatkan Lewat Aplikasi Berikut Ini
Rapid test dilakukan lewat mekanisme drive thru untuk masyarakat umum melakukan deteksi dini virus Corona atau covid-19.
TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Kabar gembira, tes cepat ( rapid test ) covid-19 gratis bisa dilakukan secara drive thru di Jakarta.
Rapid test ini tersedia bagi masyarakat umum hingga batas waktu 17 April mendatang.
Namun sebelum dites, bagi yang ingin memanfaatkan kesempatan ini harus harus menjalani konsultasi jarak jauh dahulu.
Simak tata cara dan persyartannya di bawah ini, jangan sampai terlewat memanfaatkan rapid test gratis ini.
Kementerian Kesehatan dan BNPB telah menunjuk Halodoc sebagai platform layanan kesehatan digital untuk akses tes cepat (rapid test) virus Corona ( covid-19 ).
Rapid test dilakukan lewat mekanisme drive thru (layanan tanpa turun dari kendaraan) untuk masyarakat umum melakukan deteksi dini.
Baca Juga: Dipecat Saat Wabah Corona? Segera Daftar Kartu Prakerja, Hanya untuk 5,6 Juta Orang, Cek Syaratnya
Baca juga: Ada Harimau, Anjing, Kucing Positif Corona, Ini yang Sebaiknya Dilakukan Pemilik Hewan Peliharaan
Baca Juga: Virus Corona, SBY Respon Telegram Kapolri Idham Azis Soal Hina Presiden, Ungkap Ketakutan Jokowi
Dalam pelaksanaannya, Halodoc juga bekerja sama dengan Gojek serta turut menggandeng Rumah Sakit Mitra Keluarga sebagai tim medis lapangan dan Pusat Pengelola Komplek Kemayoran (PPKK) sebagai penyedia area pelaksanaan tes tersebut.
“Dengan dukungan teknologi, Halodoc ingin memudahkan masyarakat untuk melakukan screening awal yang mudah, akurat, dan sejalan dengan imbauan physical distancing untuk memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat," kata CEO Halodoc, Jonathan Sudharta melalui keterangan tertulis, Kamis (9/4/2020).
Saat ini, layanan rapid test drive thru baru tersedia bagi warga yang berdomisili di Jakarta.
Masyarakat tidak dikenakan biaya untuk melakukan rapid test selama periode 10-17 April 2020.
Proses rapid test yang disediakan Halodoc hanya dilakukan terhadap pasien berisiko sedang dan tinggi.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti rapid test covid-19 drive thru tersebut, maka harus melakukan konsultasi jarak jauh dengan dokter yang khusus menangani covid-19 lewat aplikasi Halodoc.
Layanan konsultasi Halodoc ini juga dapat diakses melalui aplikasi Gojek dengan memilih shuffle card Check covid-19.
Selanjutnya, dokter akan menilai apakah pengguna aplikasi tersebut perlu dirujuk untuk melakukan rapid test.
Baca juga: Virus Corona Buat 4 Menteri Jokowi Hapus Cuti Bersama Idul Fitri, Digantikan Jelang Tahun Baru
Baca juga: Kabar Gembira, Peneliti Beber Puncak Wabah Virus Corona Lebih Cepat Berkat Aksi Jajaran Erick Thohir
Baca juga: Di Mata Najwa, Anies Baswedan Sindir Kemampuan Jajaran Jokowi Tes Virus Corona, Jakarta Mirip Wuhan
Sebagai tes lanjutan, maka pengguna cukup mengklik book appoinment (atur janji) pada rangkuman chat dokter untuk menentukan tempat dan waktu pemeriksaan.
Pada saat melakukan pemeriksaan, pengguna diimbau untuk datang ke lokasi dengan menggunakan sepeda motor, mobil pribadi atau menggunakan layanan transportasi online dengan tetap memperhatikan panduan keamanan selama perjalanan.
Hasil pemeriksaan akan diinformasikan satu hari setelahnya melalui pesan teks atau aplikasi Halodoc.
Jika hasilnya positif, maka akan direkomendasikan untuk kembali berkonsultasi dengan dokter di Halodoc sebagai langkah penanganan selanjutnya.
CEO Rumah Sakit Mitra Keluarga, Rustiyan Oen mengatakan, sebagai tim medis ia berharap inisiatif ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Dengan tujuan, pencegahan penularan virus Corona di wilayah Jakarta dapat semakin ditekan.
"Sekaligus mampu meringankan beban kami sebagai tenaga medis. Mari bersama-sama kita terus bahu membahu dalam penanganan pandemi ini," kata dia.
Pemberlakuan PSBB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan resmi memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB di Jakarta.
Imbas dari PSBB, driver ojek online atau ojol seperti Gojek atau Grab dilarang mengambil penumpang.
Imbasnya, fitur Go Ride pada Gojek dan Grab Bike pada Grab, dihapus sementara waktu di 4 daerah ini.
Hari ini, Jumat (10/4/2020) seluruh fitur ojek motor menghilang di aplikasi Gojek maupun Grab.
Sebagai dampak Pembatasan Sosial Berskala Besar / PSBB, Anies Baswedan menegaskan larangan bagi driver ojol untuk membawa penumpang.
Untuk itu, kedua aplikasi ojek online, Gojek dan Grab diminta untuk menghapus fitur ojek motor untuk sementara waktu.
Aturan ini akan berlaku selama 14 hari ke depan dan berakhir pada 23 April 2020.
Demi mendukung kebijakan tersebut, Grab dan Gojek menghilangkan layanan ojek motor di aplikasi mereka, untuk wilayah DKI Jakarta.
Namun untuk layanan selain transportasi roda doa, seperti Grab Car, Go Car masih tersedia.
Begitu pula dengan layanan antar-pesan makanan, Grab Food, Go Food, keduanya juga tetap bisa digunakan.
Dari pantauan KompasTekno, Jumat (10/4/2020) pagi ini, layanan GrabBike dan GoRide tidak lagi bisa digunakan di dua platform ride-hailing tersebut.
Namun pengguna yang berada di wilayah luar Jakarta, seperti Tangerang masih menjumpai kedua layanan tersebut.
Opsi Grab Bike memang masih muncul di aplikasi Grab, namun setelah pengguna memasukan alamat tujuan, secara otomatis sistem akan mengubah opsi ke Grab Car.
Sementara di Gojek, fitur Go Ride sudah tidak bisa ditemukan.
Hilangnya fitur antar jemput ojek motor ini tak hanya dialami pengguna yang berada di wilayah Jakarta, tetapi juga dialami oleh pengguna di wilayah Bogor, Depok, serta Bekasi.
Belum ada keterangan resmi dari pihak Gojek maupun Grab, apakah hilangnya layanan ojek motor ini berlaku secara nasional atau hanya wilayah tertentu saja.
Tangkapan layar aplikasi Grab yang langsung menyarankan layanan Go Car setelah memasukan tujuan dan fitur Go Ride yang tidak muncul di Gojek.
Selama penerapan PSBB di DKI Jakarta terdapat sejumlah pembatasan transportasi yang diberlakukan, termasuk mengenai ojek online.
(*)
IKUTI >> Update Virus Corona