Virus Corona di Samarinda

Imbas Corona, Pelabuhan Samarinda Berhenti, Buruh Angkut: Tidak Ada Kapal, Isi Piring Kami Kosong

Penghentian sementara aktivitas pelayaran di Pelabuhan Samarinda lantaran pandemi Corona atau covid-19 telah memberikan dampak bagi buruh.

TribunKaltim.co/Budi Dwi Prasetiyo
Koordinator Buruh Angkut Pelabuhan Samarinda, Darwis Saat ditemui di Pelabuhan Samarinda Jalan Yos Sudarso Jumat (10/4/2020) mengatakan penghentian aktivitas pelayaran membuat mereka bingung, bagaimana cara memenuhi kebutuhan untuk sehari-hari keluarga mereka. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Penghentian sementara aktivitas pelayaran di Pelabuhan Samarinda lantaran pandemi Corona atau covid-19 telah memberikan dampak bagi buruh angkut. 

Pasalnya jika tak ada aktivitas pelayaran maka 150 buruh terancam tidak dapat bekerja mengingat tergolong memiliki perekonomian menengah ke bawah dan tak memiliki penghasilan tetap.

Koordinator Buruh Angkut Pelabuhan Samarinda, Darwis Saat ditemui di Pelabuhan Samarinda Jalan Yos Sudarso Jumat (10/4/2020) mengatakan penghentian aktivitas pelayaran membuat mereka bingung, bagaimana cara memenuhi kebutuhan untuk sehari-hari keluarga mereka. 

"Ya kalau tidak ada kapal, isi piring juga tidak ada," ucap Darwis. 

Setiap harinya para buruh angkut bisa mendapatkan uang sebesar Rp150 ribu. Itu pun tak menentu. Tergantung aktivitas bongkar muat yang menggunakan jasa buruh tersebut.

BACA JUGA:

 Raja Salman Asingkan Diri di Pulau Dekat Kota Jeddah, Ratusan Bangsawan Arab Saudi Positif Corona

 Ada Pasien Positif Corona di Kutim dari Jakarta, Bupati Ismunandar akan Isolasi Pendatang Zona Merah

 Pemberian THR di Kalangan PNS Samarinda untuk Tahun Ini Belum Bisa Dipastikan

"Kami tidak ada gaji bulanan, makanya dapatnya tidak tentu, tergantung angkutan. Tidak ada penumpang pendapatan teman-teman juga berkurang, karena tidak ada orang yang pakai jasa kami," sambungnya.

Darwis berharap pelabuhan bisa beraktivitas seperti biasanya sehingga dirinya bersama buruh lain bisa memenuhi keperluan sehari-hari mereka dengan keluarganya. "Dampaknya besar sekali," tandasnya.

Pasokan Distribusi Sembako Terancam Tersendat

Kota Samarinda terancam akan mengalami krisis bahan logistik, dampak dari penghentian sementara aktivitas pengangkutan di Pelabuhan Samarinda.

Halaman
1234
Penulis: Budi Dwi Prasetiyo
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved