Virus Corona di Kutim

Jalani isolasi Mandiri di Rumah, Bocah 8 Tahun PDP di Kutim Ini Punya Gejala Ringan, Semoga Negatif

Seorang g bocah berusia 8 tahun di Kutai Timur kini menjalani isolasi mandiri di rumah dengan status PDP. Bocah ini memiliki gejala ringan

TRIBUNKALTIM.CO/PURNOMO SUSANTO
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Andi M Ishak 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Seorang g bocah berusia 8 tahun di Kutai Timur kini menjalani isolasi mandiri di rumah dengan status Pasien Dalam Pengawasan ( PDP ). Bocah ini memiliki gejala ringan sehingga tak dirawat di rumah sakit. 

Selain bocah ini, ada juga remaja yang berstatus PDP, juga menjalani isolasi di rumah, dengan gejala ringan.

Berbeda dengan kasus PDP sebelumnya yang telah berusia dewasa, kasus di Kabupaten Kutai Timur atau Kutim satu orang anak berusia 8 tahun ditetapkan sebagai PDP.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19  ( Virus Corona ) Provinsi Kaltim, Andi M Ishak mengungkapkan, terdapat penambahan 5 PDP di Kaltim hari ini. Salah satunya, adalah PDP asal Kutim, yakni anak berumur 8 tahun.

“Ada penambahan 5 PDP hari ini, satu diantaranya anak perempuan usia 8 tahun. Dan saat ini, pasien hanya melakukan isolasi di rumah,” ujarnya pada konferensi pers online melalui aplikasi zoom, Kamis (9/4/2020).

Update Virus Corona di Kaltim, Ada Tambahan 5 PDP, Termasuk Bocah 8 Tahun Asal Kutim

Kadinkes Kutim Ingatkan Warga, Orang Tanpa Gejala Bisa Dinyatakan Positif Corona

Cerita Pasien Sembuh Virus Corona di Kutim, Dapat 3 Pelajaran Saat Diisolasi di Rumah Sakit Bontang

Kedatangan Pasien Sembuh Covid-19 dari Bontang Diterima Langsung Bupati Kutim Ismunandar

“Di Kutim, hari ini ada penambahan 2 orang. Selain satu anak tadi, juga ada remaja perempuan berumur 17 tahun yang juga statusnya PDP. Sama dengan PDP anak, remaja ini juga sedang menjalani isolasi sendiri di rumah,” lanjutnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Kaltim ini menyatakan, isolasi di rumah yang diberlakukan kepada dua orang tambahan PDP di Kutim ini sesuai dengan tinjauan Dinkes Kutim.

“Mengapa tambahan PDP Kutim hari ini tidak dilakukan isolasi di rumah sakit (RS), bukan karena PDP ini masih berumur sangat muda. Tapi, mungkin saja karena PDP tidak memperlihatkan gejala yang mengkhawatirkan,” katanya.

Dijelaskan Andi, untuk melakukan isolasi di rumah sakit Dinkes kabupaten dan kota sudah diberikan pedoman dalam penanganan Orang Dalam Pemantauan ( ODP ), PDP maupun pasien terkonfirmasi positif mengidap virus Corona.

“Kalau gejala ringan, maka ODP dan OTG diminta untuk isolasi di rumah. Begitu pula, kalau PDP yang memiliki gejala sama juga cukup diisolasi di rumah. Kalau ada gejala sedang, maka PDP akan dirawat di RS di daerah itu. Ketika gejalanya berat, maka pasien akan dilatikan ke RS Rujukan,” paparnya.

Puasa dan Lebaran, Bupati Kutim Minta PNS maupun TK2D Tetap di Sangatta

Dua Kali Pemeriksaan dengan Hasil Negatif, Pasien KTM2 Covid-19 dari Kutim Sembuh dan Boleh Pulang

Kemungkinan, menurut Andi, dua pasien tersebut masuk dalam kategori PDP dengan gejala ringan. Lebih lanjut Andi menjelaskan, pasien anak berusia 8 tahun memiliki riwayat kontak dengan pasien positif virus Corona Kutim.

“Pasien memiliki kontak erat dengan KTM1. Namun, kami tidak tau riwayat kontaknya seperti apa. Soalnya belum dibeberkan oleh Dinkes Kutim. Dan, KTM1 ini sudah dinyatakan sembuh di Kota Bontang. Sebab, yang bersangkutan kemarin dirawat di sana,” tandasnya.

“Sedangkan untuk pasien perempuan 17 tahun, memiliki riwayat perjalanan ke Yogyakarta. Kemudian, sepulangnya dari sana pasien memiliki keluhan batuk, pilek dan demam. Dan ia tidak terkait dengan kluster manapun,” sambungnya. (ink)

IKUTI >> Update Virus Corona

IKUTI >> Update Virus Corona di Kutim

Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved