Virus Corona

Puncak Virus Corona di Indonesia Bisa Terjadi Akhir April, Kasus Kematian Juga Menurun, Syaratnya?

Kasus kematian akibat Virus Corona juga bisa menurun, tapi ada syarat yang harus dilakukan pemerintah Indonesia.

Freepik.com
Ilustrasi - Tenaga medis berperang lawan Virus Corona atau covid-19 

TRIBUNKALTIM.CO - Semua orang tentu berharap penyebaran Virus Corona atau covid-19 segera berakhir.

Di Indonesia, puncak penyebaran Virus Corona bisa terjadi lebih awal di akhir April.

Kasus kematian akibat Virus Corona juga bisa menurun, tapi ada syarat yang harus dilakukan pemerintah Indonesia.

Indonesia bisa lebih awal mencapai puncak wabah Virus Corona setelah pemerintah mendatangkan perangkat deteksi berbasis molekuler dari luar negeri, menurut peneliti ITB.

Kementerian BUMN baru saja mengimpor 20 mesin Polymerase Chain Reaction (PCR) yang diklaim mampu menguji 9.000 hingga 10.000 spesimen setiap hari.

Mendadak Viral Lagu Corona dari Bimbo, Disebut Sudah Ada Sejak 30 Tahun Lalu tapi Penggemar Ragu

Gratis Rapid Test Corona hingga 17 April, Warga Ibukota bisa Manfaatkan Lewat Aplikasi Berikut Ini

Raja Salman Asingkan Diri di Pulau Dekat Kota Jeddah, Ratusan Bangsawan Arab Saudi Positif Corona

Dipecat Saat Wabah Corona? Segera Daftar Kartu Prakerja, Hanya untuk 5,6 Juta Orang, Cek Syaratnya

Dengan alat-alat baru ini, pemerintah menargetkan untuk melakukan 300.000 tes dalam sebulan.

Nuning Nuriani, ketua Pusat Permodelan Matematika dan Simulasi ITB, memprediksi bahwa dengan jumlah tes sebanyak itu, wabah Covid-19 di Indonesia bisa mencapai puncak penyebaran pada akhir April atau awal Mei - dengan satu syarat: 90% masyarakat melakukan isolasi mandiri.

"Jika [Pembatasan Sosial Berskala Besar] dimulai 12 April, terus hanya 10% orang yang bergerak, terus pada saat periode infeksi ini PCR dan isolasinya dijalankan dengan baik, itu sebenarnya yang sangat diharapkan. Jadi puncak kasus aktifnya bisa turun lebih cepat, jumlah kematiannya juga lebih sedikit," kata Nuning.

Namun target 300.000 tes per bulan mungkin tidak bisa segera tercapai, kata Wakil Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman bidang Penelitian Fundamental Herawati Sudoyo.

Halaman
1234
Editor: Alfiah Noor Ramadhany
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved