Berita Pemprov Kalimantan Timur

10 Hari Hasilkan 2.378 Kg, Kepala DLH Kaltim: Aman, Limbah Covid-19 Ditangani Sesuai Prosedur

Rumah sakit yang tidak memiliki peralatan tersebut bisa langsung melakukan penguburan. Namun sebelumnya limbah harus didisinfektan

HUMASPROV KALTIM
Grafis Limbah yang Dihasilkan Rumah Sakit di Kaltim dari Penanganan Pasien Covid-19 

SAMARINDA – Pandemi Virus Corona belum juga berakhir. Jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah. Kaltim yang terpapar sejak 18 Maret 2020, pun setali tiga uang. Jumlah warga Kaltim yang terjangkit virus berbahaya ini terus bertambah setiap minggunya.

Secara nasional jumlah pasien positif sudah mencapai 4.241 orang. Jumlah pasien yang sembuh sebanyak 359 orang dan yang meninggal mencapai 373 orang. Sedangkan di Kaltim jumlah kasus mencapai 35 terkonfirmasi positif, 6 orang sembuh dan 1 orang meninggal.

Per 12 April 2020, Pasien Dengan Pengawasan (PDP) berjumlah 267 kasus (148 negatif, 35 positif dan 84 masih menunggu hasil laboratorium) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 5.380 kasus (3.517 selesai pemantauan dan 1.863 proses pemantauan).

Pemerintah dan Lembaga Non Pemerintah, BUMN/BUMD, perusahaan swasta, perbankan, perusahaan media, dan berbagai komunitas telah banyak menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk bekerja, belajar dan beribadah di rumah saja agar Corona Virus Disease 2019 yang pertama muncul di Wuhan, Provinsi Hubei, China itu tidak terus meluas.

Tidak bepergian, tidak menggelar acara yang menghadirkan banyak orang, menghindari kerumunan, membudayakan hidup bersih dan sehat, rajin mencuci tangan dengan sabun dan banyak mengonsumsi makanan yang bergizi.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto belum lama ini mengungkapkan setiap penambahan kasus hari ini merupakan gambaran dari kejadian 6 hari yang lalu.

PlTKepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur Andi M Ishak menyampaikan tambahan kasus positif Corona di Kaltim pada Sabtu (4/4/2020) lewat video conferensi pers.
PlTKepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur Andi M Ishak menyampaikan tambahan kasus positif Corona di Kaltim pada Sabtu (4/4/2020) lewat video conferensi pers. (TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD RIDUAN)

Sebab itu menurutnya, jika masyarakat bisa berdisiplin menerapkan sosial distancing dan physical distancing, maka bisa dipastikan jumlah pasien positif tidak akan terus bertambah.

Ikatan Alumni Departemen Matematika Universitas Indonesia belum lama ini pun membuat simulasi terkait laju interaksi antarmanusia terhadap penyebaran Covid-19. Perhitungan waktunya dimulai 1 April 2020.

Skenario pertama, pemerintah tidak melakukan kebijakan yang signifikan dan tegas (small intervention).

Skenario kedua, kebijakan sudah ada, tetapi kurang tegas dan kurang strategis mengurangi interaksi antarmanusia, sementara masyarakat juga tidak disiplin melakukan physical distancing (medium intervention).

Halaman
1234
Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved