Berita Pemprov Kalimantan Timur

Puluhan Ribu Hektare Sawah di Dua Kabupaten Ini Menunggu Bendungan Telake Bisa Terwujud

Jika Bendungan Sungai Telake bisa segera terwujud maka tidak kurang dari 22 ribu hingga 25 ribu hektar lahan sawah akan teraliri.

HUMASPROV KALTIM
Lahan persawahan di PPU dan Paser sangat berharap dukungan kehadiran Bendungan Sungai Telake. Bendungan tersebut akan mampu mengairi 22.000-27.000 ha sawah di wilayah sekitar. 

SAMARINDA - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim Dadang Sudarya mengharapkan Bendungan Sungai Telake di Kabupaten Paser terealisasi, sehingga dapat mengairi puluhan ribu lahan persawahan baik di Kabupaten Paser maupun di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

"Selama ini, lahan pertanian yang ada sebagian besar mengandalkan tadah hujan, karena lahan irigasi masih sangat sedikit,” kata Dadang Sudarya, beberapa waktu lalu.

Jika Bendungan Sungai Telake bisa segera terwujud maka tidak kurang dari 22 ribu hingga 25 ribu hektar lahan sawah akan teraliri.

Kehadiran bendungan ini diyakini juga akan membuat petani lebih produktif dengan menanam hingga 3 kali setahun. Dengan begitu, panen padi akan meningkat dan secara langsung juga akan menambah produksi padi Kaltim.

"Katakan petani tanam dua kali setahun. Satu hektar menghasilkan lima ton. Maka dalam satu tahun bisa dihasilkan 10 ton. Kalau tanam tiga kali, berarti 15 ton per hektar. Belum lagi dengan program intensifikasi untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian," tandasnya.

Selain Bendungan Sungai Telake, Dadang juga mengharapkan Bendungan Marangkayu di Kabupaten Kutai Kartanegara juga bisa selesai, sehinggga bisa dimanfaatkan untuk mengairi persawahan masyarakat setempat, sehingga produksi padi meningkat.

Ditambahkan Dadang, dengan meningkatnya jumlah produksi padi juga dapat mengangkat perekomomian para petani sehingga kesejahteraan petani juga meningkat. Oleh karena itu lahan sawah irigasi akan terus diupayakan.

Kolaborasi DPTPH Kaltim dengan Dinas Pekerjaan Umum maupun dinas terkait lainnya sangat penting untuk membantu peningkatan lahan pertanian dan produksi padi.

“Apalagi Kaltim sudah ditunjuk menjadi ibu kota negara (IKN) baru. Beberapa daerah di Kaltim diharapkan bisa menjadi penyangga ketersediaan produksi padi maupun produksi hortikultura lainnya," kata Dadang Sudarya. (mar/sul/adv)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved