Breaking News:

Edukasi Daring di Tengah Pandemi Covid-19, Efektifkah?

PERLU banyak kreativitas dan inovasi menghadapi badai tsunami pandemi Covid-19 saat ini. Kewaspadaan kita diuji, daya nalar kita ditestimoni. Termasuk

PERLU banyak kreativitas dan inovasi menghadapi badai tsunami pandemi Covid-19 saat ini. Kewaspadaan kita diuji, daya nalar kita ditestimoni. Termasuk juga dalam dunia pendidikan. Di era revolusi industri 4.0 saat ini, pendidikan tidak boleh berhenti, apapun yang terjadi. Sebab ia merupakan denyut nadi, penanda adanya kehidupan dalam sosial dan kultur masyarakat.

Kegiatan pembelajaran sebagai arus tengah pendidikan kita harusnya mampu menampilkan nilai-nilai efektivitas, kreativitas, akurasi, dan elegansi. Mulai dari jenjang dasar, menengah, hingga perguruan tinggi.

Yang menjadi pertanyaan, apakah pemerintah dan segenap institusi yang terlibat dan bergelindan dalam dunia pendidikan sudah berupaya untuk hal tersebut? Menampilkan ragam edukasi bagi masyarakat, khususnya bagi para pendidik dan peserta didik secara proposional dan profesional?

Kita menyaksikan bahwa pandemi Covid-19 telah mengubah pola pembelajaran secara masif. Proses pembelajaran yang mestinya dilaksanakan secara tatap muka sekarang berubah menjadi sistem pembelajaran jarak jauh atau daring.

Organisasi PBB yang mengurusi pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan UNESCO menyebutkan, lebih dari 850 juta siswa di dunia tidak bisa belajar di sekolah akibat virus asal Wuhan, China tersebut.

Imbasnya juga terasa bagi masyarakat Indonesia. Mayoritas daerah telah melakukan penutupan sekolah dan menerapkan pembelajaran daring atau jarak jauh. Hal ini dilakukan dalam rangka meminimalisasi cepatnya penyebaran Covid-19.

Kebijakan penutupan tersebut sebagai respons terhadap kebijakan dan imbauan pemerintah untuk melakukan social distancing (jaga jarak).
Siahaan (2003) mengatakan bahwa pembelajaran online memiliki fungsi seperti suplemen (tambahan), komplemen (pelengkap), dan substitusi (pengganti).

Dimana hal ini menjadi suplemen siswa agar dapat memilih apakah akan memanfaatkan materi pembelajaran online atau tidak. Juga sebagai komplemen materi yang seharusnya didapatkan oleh para siswa.

Padahal metode pembelajaran ini diprogramkan untuk pemberian materi secara online kepada siswa, jadi ini sangat kontradiktif terhadap apa yang sekarang terjadi di lapangan. Dimana para pengajar hanya menggunakan tugas sebagai bahan absensi para siswa, sehingga hak siswa untuk mendapatkan materi pembelajaran tidak terpenuhi.

Secara proses, sebenarnya model pembelajaran modern ini sudah diatur dalam Permendikbud Nomor 22 tahun 2016 tentang Standar Proses dengan prinsip, diantaranya sebagai berikut:(1) Dari peserta didik diberi tahu menuju peserta didik mencari tahu.(2) Dari guru sebagai satusatunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka sumber belajar. (3) Dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan pendekatan ilmiah.(4) Dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis kompetensi. (5) Dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu. (6) Dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi.
(7) Dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif. (8) Peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills) dan keterampilan mental (softskills). (9) Pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat.
(10) Pembelajaran yang menerapkan nilainilai dengan memberi keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. (11) Pembelajaran yang berlangsung di rumah di sekolah, dan di masyarakat.
(12) Pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah peserta didik, dan di mana saja adalah kelas. (13) Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran, dan (14) Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta didik.

Halaman
123
Editor: Tohir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved