Virus Corona

Pencuri Kotak Amal Mengaku ODP Corona Saat Tertangkap, Warga tak Berani Dekati Pelaku

saat ditangkap oleh warga ia mengaku bertatus Orang Dalam Pemantauan ( ODP ) Virus Corona atau covid-19

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi - Pencuri Kotak Amal Mengaku ODP Corona Saat Tertangkap, Warga tak Berani Dekati Pelaku 

TRIBUNKALTIM.CO - Seorang pria tertangkap mencuri kotak amal di Masjid.

Namun warga yang telah berkerumun tak ada satupun yang berani mendekati pelaku.

Pasalnya saat ditangkap oleh warga ia mengaku bertatus Orang Dalam Pemantauan ( ODP ) Virus Corona atau covid-19

Seorang maling kotak amal di Masjid di daerah Petukangan Utara, Jakarta Selatan, mengaku dirinya adalah orang dalam pemantauan (ODP) Virus Corona.

Hal tersebut diketahui melalui kanal YouTube KompasTV, Minggu (12/4/2020).

Pada video tersebut pelaku tak bisa berkutik ke mana-mana.

 Stok Reagen di BBLK Surabaya Terpenuhi, Pemeriksaan Sampel Swab Asal Kalimantan Utara Mulai Normal

 Kasus Virus Corona di Surabaya Meningkat Sabtu 11 April 2020, Risma Kasi Makan PDP dan ODP Covid-19

 Pria Surabaya Nyaris Buta Terkena Cairan Disinfektan, WHO dan Kemenkes Sudah Peringatkan Risma

Pelaku yang memakai sweeter berwarna kuning tampak terpojok.

Pasalnya semua warga di sekitar masjid tampak mengepung pelaku.

Kendati demikian, para warga tak berani mendekati pelaku.

Bukan tanpa sebab, pelaku ternyata mengaku ODP dan berniat menularkan pada warga yang mendekat.

Oleh karena itu, para warga hanya memastikan sang pelaku tak kabur.

Seorang polisi yang ada di tempat itu pun tak berani mendekati pelaku.

Polisi tersebut hanya meminta para warga untuk tidak berkerumun.

Penjaga masjid, Jamhari pun mengatakan hal serupa.

Jamhari menjelaskan bahwa ia lebih memilih untuk menyerahkan semuanya pada pihak yang berwajib.

"Kalau pengakuan dia ini, katanya sudah ODP, makanya saya antisipasi," ujar Jamhari.

"Saya langsung telepon yang bersangkutan supaya bagaimana ini jalan keluarnya," imbuhnya.

Selain itu, Jamhari juga mengatakan alasan warga tak mendekat adalah karena takut.

Apalagi para warga belum mengetahui secara pasti kebenaran dari pengakuan pelaku.

"Khawatirnya dia ini memang udah positif malah menyebar Virus Corona di sini," jelasnya.

"Jelas memang pengakuan dia, Pak RW pun sama dibilang dia sudah ODP," tandasnya.

Lihat videonya

14 Remaja Nekat Gelar Pesta Seks di Wilayah Zona Merah Corona

Aktivitas pesta seks yang melibatkan 14 remaja di salah satu hotel di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) berhasil terjaring razia aparat kemanan. 

Sebanyak 14 remaja tersebut terdiri dari 8 pria dan 6 orang wanita. 

Mereka diduga terlibat dalam praktik prostitusi online di salah satu hotel di Makassar, Jumat (10/4/2020) dini hari.

Dantim Penikam Polrestabes Makassar Ipda Arif Muda mengatakan, bahwa saat melakukan penggerebekan di dua kamar hotel, pihaknya mendapati enam remaja perempuan.

Enam remaja perempuan ini, sudah dalam keadaan telanjang bersama delapan pria.

Arif menyebut keenam perempuan itu masih berusia di bawah umur.

Mereka diduga PSK dari praktik prostitusi online.

Penggerebakan ini sendiri merupakan pengembangan dari tiga orang yang diamankan sebelumnya.

"Saat dikembangkan, kami menangkap enam orang PSK yang masih di bawah umur," kata Arif.

"Mereka diamankan dalam keadaan bugil yang hendak pesta seks dengan delapan orang pria," sambungnya.

Temukan alat kontrasepsi dan sabu

Selain menemukan barang bukti berupa alat kontrasepsi.

Kata Arif, polisi juga menemukan beberapa paket narkoba jenis sabu.

Penggerebekan ini sendiri kata Arif semakin mengkhawatirkan.

Di tengah imbauan pemerintah untuk melakukan sosial dan pyhsical distancing di tengah penyebaran wabah virus corona atau covid-19 di Kota Makassar.

Padahal Makassar dan Sulsel sudah masuk zone merah covid-19.

Dari penggerebakan itu sendiri, polisi juga mengamankan sepasang suami istri.

Pasutri ini diduga menjadi muncikari para remaja yang menjadi pekerja seks komersil (PSK) di hotel tersebut.

Kini belasan orang yang terjaring razia tersebut telah dibawa ke Mapolrestabes Makassar.

"Dari hasil pemeriksaan sementara, satu pasangan suami istri yang ditangkap berprofesi sebagai mucikari," kata Arif.

Positif covid-19 di Makassar Tembus 100-an

Melansir tribun timur, pasien positif di Kota Makassar sudah tembus di angka 100-an.

Bahkan di salah satu komplek perumahan di Makassar, satu keluarga dinyatakan positif Virus Corona.

Sejak tengah pekan ini, Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb fokus pada penanganan covid-19 kecamatan yang rawan.

Seperti Kecamatan Rappocini, Panakkukang dan Tamalate.

Di tiga kecamatan ini, tingkt penyebaran tertinggi di Makassar.

"Kami terus berkoordinasi agar di titik rawan itu bisa ditahan penyebarannya," kata Iqbal Suhaeb.

Sementara Jubir Penanganan covid-19 Makassar, Ismail Hajiali, mengatakan pihaknya sudah memetakan zona merah seperti tiga kecamatan di atas.

"Pak Wali bahkan terjun langsung mengimbau dan sosialisasi di kecamatan zona merah," kata Kadiskominfo Makassar ini.

 Disinfektan Makan Korban di Wilayah Risma, Pria Surabaya ini Nyaris Buta, Pembuluh Darah Mata Pecah

 Update Corona RI Per 12 April : Meski Kasus Positif Tambah 399 Orang, Ada Kabar Baik Soal Kesembuhan

Opsi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga terus dikaji.

Makassar belum masuk kategori bisa memberlakukan PSBB.

"Sesuai aturan yang ada Permenkes itu di atas 100 orang yang meninggal kalau itu mau dilakukan saat ini," kata Ismail.

IKUTI >> Update Virus Corona

Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved