Virus Corona di Balikpapan

Pengetatan Sosial Diterapkan, Kualitas Udara di Balikpapan Nomor 1 Terbaik dari 39 Kota di Indonesia

Kebijakan pengetatan sosial yang diterapkan Kota Balikpapan Kalimantan Timur ( Kaltim ) guna memutus mata rantai penyebaran covid-19 atau virus Corona

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/FACHMI RACHMAN
Pemandangan Kota Balikpapan Kalimantan Timur dekat kawasan Plaza Balikpapan, tampak dari atas udara pada Minggu (12/4/2020). Kebijakan pengetatan sosial yang diterapkan Kota Balikpapan Kalimantan Timur ( Kaltim ) guna memutus mata rantai penyebaran covid-19 atau virus Corona tampaknya memberi dampak positif. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kebijakan pengetatan sosial yang diterapkan Kota Balikpapan Kalimantan Timur ( Kaltim ) guna memutus mata rantai penyebaran covid-19 atau virus Corona tampaknya memberi dampak positif.

Bukan saja dapat mencegah penyebaran, namun beberapa kebijakan yang mendorong untuk berkegiatan dirumah ini juga mengurangi polusi udara yang kerap dihasilkan oleh kendaraan dijalan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan Suryanto mengatakan kualitas udara secara umum membaik.

Bahkan ia mengklaim bahwasannya kualitas udara di Kota Minyak Balikpapan adalah yang terbaik dari 39 Kota lain di Indonesia.

"Kota Balikpapan masih nomor satu dibanding kota lain. Bukan kita yang menilai tapi ditingkat Menteri Lingkungan Hidup," ujar Suryanto kepada TribunKaltim.co pada Senin (13/4/2020).

BACA JUGA:

 Raja Salman Asingkan Diri di Pulau Dekat Kota Jeddah, Ratusan Bangsawan Arab Saudi Positif Corona

 Ada Pasien Positif Corona di Kutim dari Jakarta, Bupati Ismunandar akan Isolasi Pendatang Zona Merah

 Pemberian THR di Kalangan PNS Samarinda untuk Tahun Ini Belum Bisa Dipastikan

Dari data yang dihimpun, Indeks Standart Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan, dalam rata-ratanya Kota Balikpapan berada diangka 20 dalam kurun waktu dua bulan terakhir.

Dimana dalam indeks, rentang angka 0-50 menunjukkan tingkat kualitas udara dalam kategori baik.

Artinya tingkat kualitas udara tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan, ataupun nilai estetika.

"Kita bisa pantau kualitas udara setiap dua menit kelihatan berganti. Dan salah satu contoh kualitas udara membaik di lokasi yang selama ini padat kendaraan ada Balikpapan Baru," terangnya.

Sementara itu, untuk memantau kualitas udara, Dinas Lingkungan Hidup memiliki tiga alat yang terpasang di tiga lokasi. Yakni berada di kawasan Plaza Balikpapan, Balikpapan Baru dan Rapak.

BACA JUGA:

 BIN Buka Lowongan Kerja untuk Tim Penanganan Tes Covid-19, Simak Syarat dan Jadwal, Bisa jadi PNS

 Satgas Kampung Siaga Covid-19 Pesona Bukit Batuah dan Taman Sari Santuni Korban PHK, Berikan Sembako

Tiga alat tersebut saat ini telah didesain secara online, sehingga data tersebut akan tersambung ke pemerintah daerah dan akan dikirim ke pemerintah pusat.

"Datanya kita kirim ke pusat, jadi merekapun bisa memantau. Dari kementrian merek mendata lagi dan baru ditayangkan lagi bersama kota lain. Jadi layarnya ada dua bisa memantau kota sendiri dan bisa memantau kota lain juga," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved