News Video

NEWS VIDEO Dampak Covid-19 bagi Charis Yulianto, Rindu Pimpin Latihan Arema FC  

Charis Yulianto mengungkapkan bahwa dirinya sangat merindukan rutinitas ketika memberikan instruksi kepada para pemain.

TRIBUNKALTIM.CO - Asisten pelatih Arema FC, Charis Yulianto, mengakui sangat merindukan kegiatan di lapangan.

Charis Yulianto mengungkapkan bahwa dirinya sangat merindukan rutinitas ketika memberikan instruksi kepada para pemain.

Namun, dia mengakui bahwa hal tersebut tidak bisa dilakukan mengingat pandemi virus corona yang sudah merebak di berbagai negara dunia, termasuk Indonesia.

Pandemi virus corona atau Covid-19 kini tengah melanda beberapa wilayah di Indonesia.

 

Pandemi global tersebut membuat liga-liga sepak bola di dunia dihentikan sementara, termasuk kompetisi Liga 1. Liga 1 dan Liga 2 telah diberhentikan sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Keputusan tersebut diambil oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) atas arahan dari Presiden RI, Joko Widodo, dan surat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).

Dampak pandemi virus corona tersebut sangat dirasakan oleh Charis Yulianto.

Eks palang pintu timnas Indonesia itu mengaku sudah rindu untuk kembali melatih anak asuhnya.

"Ya pastinya sudah rindu suasana latihan. Tidak hanya dengan staf pelatih, tentunya juga dengan seluruh elemen," kata Charis Yulianto yang dikutip dari BolaSport.com.

 

"Apalagi sebagai pelatih yang biasanya memberikan instruksi pada saat latihan maupun briefing," tambahnya.

Pria yang kini berusia 41 tahun itu menyebut berkomunikasi dengan tim pelatih dan pemain lewat grup WhatsApp menjadi obat rindu.

"Komunikasi dengan Coach Gomez dan staf pelatih terus kami lakukan," ucap Charis.

 

Hal senada juga disampaikan oleh pelatih kiper Arema FC, Felipe Americo.

 

Pelatih kiper asal Brasil itu mengaku kangen melatih empat anak asuhnya di skuad Singo Edan.

 

Akan tetapi, Felipe Americo sangat memaklumi keadaan saat ini yang memaksa timnya untuk tidak menggelar latihan bersama di ruang terbuka.

 

"Tentu semua ingin kembali berlatih bersama. Namun pemerintah serta federasi telah mengeluarkan kebijakan."

 

"Saya rasa itu keputusan yang tepat untuk saat ini, karena keselamatan jauh lebih penting," kata Americo melanjutkan. (*)

IKUTI >> News Video

IKUTI >> News Video

Editor: Wahyu Triono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved