Berita Pemprov Kalimantan Timur

Tanggulangi Kemiskinan di Pedesaan, DKP3A Kaltim Bentuk 60 Desa Prima

Desa Prima merupakan salah satu program pemberdayaan perempuan dengan sasaran kaum perempuan yang masuk kategori miskin.

HUMASPROV KALTIM/YUVITA
Kepala DKP3A Kaltim Halda Arsyad memberi penjelasan pada RDP dengan Komisi IV DPRD Kaltim melalui video conference, Senin (13/4/2020). 

Foto : 

SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) telah membentuk Desa Prima (Perempuan Indonesia Maju dan Mandiri) di kabupaten dan kota se-Kaltim.

Kepala DKP3A Kaltim Hj Halda Arsyad mengungkapkan Desa Prima merupakan salah satu program pemberdayaan perempuan dengan sasaran kaum perempuan di kawasan atau wilayah yang masuk kategori miskin.

"Desa Prima dibentuk berdasarkan SK Bupati maupun SK Walikota di masing-masing kabupaten dan kota, kecuali Mahakam Ulu. Hingga saat ini ada 60 Desa Prima," sebut Halda saat video conference Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim, Senin (13/4/2020).

Menurut Halda, desa-desa ini menjadi percontohan untuk menanggulangi kemiskinan, sekaligus meningkatkan ekonomi perempuan dengan memanfaatkan seluruh potensi desa dengan melibatkan peran lintas sektor terkait.

Dalam program Desa Prima ini, DKP3A bersama instansi terkait di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota melakukan pembinaan pada kelompok perempuan setempat, sehingga terjadi peningkatan ekonomi keluarga.

Dalam Desa Prima dibentuk kelompok yang beranggotakan 10 hingga 15 orang, bahkan 25 orang. Sehingga, total anggota seluruhnya di kabupaten dan kota sekitar 1.000 orang tergabung dalam usaha mikro.

"Wabah virus corona (Covid-19) sangat berdampak. Sehingga ada yang kemudian mengalihkan kegiatan untuk membuat masker dan berkebun. Walaupun ada yang masih tetap menekuni usahanya," jelas Halda.

Khusus pembuat/penjahit masker, ungkap Halda, berkat pelatihan dan pembinaan yang dilakukan DKP3A pada 2018 lalu, saat ini anggota Desa Prima sudah memiliki keterampilan menjahit.

"Bapak dan Ibu Anggota DPRD, mereka (Desa Prima) yang membuat masker, meminta dukungan pengadaan peralatan, khususnya mesin jahit. Semoga kita dapat memberikan bantuan kepada mereka," harap Halda.

RDP dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Yaqub diikuti HM Syahrun, Yusuf, Jumahir Jahidin, Sutomo Jabir, Achmad Reza, Bagus Susetyo, Hj Puji Setyowati, Veridiana Huraq Wang, Ely Hartati Rasyid serta puluhan anggota DPRD Kaltim yang secara bergantian menyampaikan saran dan tanggapannya.

Tampak Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Riza Indra Riadi, Kepala Disperindagkop UKM Fuad Assadin, Kepala Dinas Sosial Agus Hari Kesuma, Kepala Dispar Sri Wahyuni serta beberapa pimpinan OPD lingkup Pemprov Kaltim. (yans/sul/adv)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved