Kadar Zakat Fitrah dan Fidyah Naik di Kukar karena Harga Sembako Diprediksi Melonjak, Ini Besarannya

Kadar zakat fitrah dan fidyah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) 2020 akhirnya ditetapkan. Penetapan kadar zakat fitrah dan fidyah itu merupakan has

HO/KEMENAG KUKAR
Unsur terkait melakukan rapat ketetapan zakat fitrah dan fidyah Kabupaten Kukar 2020, Rabu (15/4/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Kadar zakat fitrah dan fidyah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) 2020 akhirnya ditetapkan.

Penetapan kadar zakat fitrah dan fidyah itu merupakan hasil keputusan rapat bersama yang dilakukan Pemkab Kukar, Baznas MUI, Nahdatul Ulama, Muhammadiyah, Polres Kukar, Camat Tenggarong dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) RI Kabupaten Kukar.

Hasilnya disepakati kadar zakat fitrah berupa beras seberat 2,5 kg per jiwa, sedangkan berupa uang dibagi menjadi tiga kategori, yakni kategori I senilai Rp 45 Ribu, kategori II senilai Rp 40 Ribu dan kategori III senilai Rp 35 Ribu.

Penetapan kadar zakat tersebut juga disesuaikan dengan kondisi situasi saat ini, diprediksi sejumlah harga kebutuhan pokok akan mengalami kenaikan akibat mewabahnya Virus Corona atau covid-19.

Maka itu, zakat fitrah berupa uang dinaikkan senilai Rp 5 Ribu.

"Jika dulunya Rp 30 Ribu, tahun ini menjadi Rp 35 Ribu. Kita naikkan karena kondisi saat ini ( Virus Corona ), diprediksi harga juga alami kenaikan," ungkap Kepala Kantor Kemenag RI Kabupaten Kukar, Samudi, Rabu (15/4/2020).

Sedangkan kadar fidyah disepakati memberi makan seseorang dengan ketentuan senilai 7 ons beras, beserta lauk pauk senilai Rp 30 Ribu untuk kategori I, Rp 25 ribu untuk kategori II dan Rp 20 ribu untuk kategori III per hari.

• Tak Cuma Gelombang Kedua Virus Corona, Indonesia Juga Terancam Lonjakan Orang Miskin, Reaksi Jokowi?

• Hasil Rapid Test, Jumlah Positif Corona di Kubar 13 Orang, Sekkab Imbau Warga Lebih Waspada

• Prediksi Covid-19: Jumlah bisa Mencapai 1,3 Juta Kasus, Puncak Pandemi Mei 2020 dan Gelombang Kedua

"Memang kita naikkan harganya, kami khawatir jika nanti harga yang ditetapkan terlalu murah, sementara harga kebutuhan pokok naik, bisa-bisa kami yang selenggarakan ketetapan rapat ini berdosa," jelasnya.

Terkait dengan polemik fidyah mengenai pemberian beras 7 atau 6,5 ons, Samudi menegaskan makna utama dari fidyah, yakni memberi makan seseorang.

"Terkait hal itu, kami ambil benang merahnya, yakni fidyah ya memberi makan. Masa kita memberikan makan orang hanya beras saja," pungkasnya. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved