Berita Pemprov Kalimantan Timur

Pariwisata Kaltim Anjlok, 10.031 Orang Terdampak, Sri Wahyuni: Sudah Ratusan Restoran Tutup

Berdasarkan data penerima jaring pengaman sosial (JPS) di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif jumlah lebih kurang 10.031 orang.

HUMASPROV KALTIM
PARIWISATA - Wisatawan di Pulau Kakaban, Kabupaten Berau sebelum pandemi Covid‑19. Pariwisata Kaltim diharap bangkit lagi di masa mendatang. 

SAMARINDA - Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Sri Wahyuni mengatakan penyebaran Corona Virus Di-sease 2019 (Covid 19) berdampak sangat besar pada bisnis perhotelan dan ekonomi kreatif.

Berdasarkan data penerima jaring pengaman sosial (JPS) di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif jumlah total keseluruhan lebih kurang 10.031 orang.

Untuk perhotelan yang terdampak berjumlah 4.720 orang, baik karyawan hotel bintang maupun non bintang.
Kemudian usaha biro perjalanan wisata dari 674 usaha, tercatat 3.044 orang yang terdampak.

Beberapa travel terpaksa juga harus tutup, sehingga sebanyak 55 orang terpaksa dirumahkan.

“Selain itu, pemandu wisata dari jumlah 380 anggota yang terdampak dari adanya kasus Covid 19 ini sebanyak 170 orang. Sementara yang lain tidak terdampak karena memiliki usaha sampingan,” kata Sri Wahyuni, Senin (13/4/2020).

Ditambahkan, dari Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Kaltim dari jumlah 15 daerah wisata yang terdampak sebanyak 299 orang.

Sedangkan daya tarik wisata lain yang masuk pada asosiasi lainnya, anggota karyawannya berjumlah 958 orang.
Seluruh daerah pariwisata di seluruh kabupaten/kota sudah menutup daerah wisatanya sejak 17 Maret 2020.

“Dari usaha spa, anggotanya yang terdampak sebanyak 427 orang, ditambah dengan pelaku tapis 76 orang yang dirumahkan.

Untuk usaha kuliner dari data Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI) sebanyak 56 orang,” tandasnya.

Untuk usaha restoran ada sebanyak 813 restoran yang dilaporkan, sekitar 2.029 pekerjanya terdampak. Kurang lebih 50 persen restoran tutup dan sebagian masih buka dengan memberikan pelayanan hanya untuk pesanan dan dibawa pulang.

“Pelaku usaha kapal wisata di Samarinda juga terdampak. Sebanyak 5 unit kapal juga terdampak Covid 19. Akhirnya 25 karyawan kapal wisata terpaksa juga dirumahkan. Termasuk 120 orang pelaku ekonomi kreatif seperti pelaku seni musik yang dibatalkan kontraknya baik di hotel dan restoran maupun tempat tempat hiburan yang ditutup,” kata Sri Wahyuni. (mar/sul/ri/adv)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved