Pemerintah Kota Tarakan

Penumpang yang Tiba di Kota Tarakan Harus Discreening

Setelah di karantina 1 hari diserahkan kepada institusi penjamin untuk melanjutkan karantina selama 14 hari," ujarnya.

HO - HUMAS DAN PROTOKOL PEMKOT TARAKAN
Walikota Tarakan dr H Khairul M Kes memimpin rapat panduan screening kesehatan pengguna moda transportasi udara dan laut, Jumat (17/4/2020) di Ruang Imbaya Kantor Walikota Tarakan. 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Bertambahnya jumlah kasus pasien yang positif Covid 19 di Kota Tarakan, Walikota Tarakan dr Khairul M Kes langsung bergerak cepat dengan memberlakukan setiap penumpang yang masuk di Kota Tarakan melalui udara dan laut wajib dilakukan screnning sesuai dengan pandu kesehatan.

Berkaitan dengan inilah Khairul langsung memimpin Rapat Panduan Screening Kesehatan Pengguna Moda Transportasi Udara dan Laut di Ruang Imbaya Pemkot Tarakan, Jumat (17/4).

Dalam rapat screening bagi pengguna atau penumpang yang menggunakan transportasi udara dan laut ini dihadiri dinas terkait dari dinas perhubungan Kota Tarakan, perwakilan Bandara Juwata Tarakan dan dinas pelabuhan.

Menghina Polisi di Facebook, Pelaku Berhasil Ditangkap di Barong Tongkok Kubar, Begini Pengakuannya

TPID Kota Balikpapan Kawal Inflasi Jelang Ramadhan Saat Pandemi Virus Corona

Pilkada Mundur Desember, Bakal Calon Wawali Balikpapan, Thohari Aziz Sebut Biaya Politik Lebih Hemat

Muncul Istilah Probable Terkait Kasus Covid-19 di Kukar, Jubir Martina Yulianti Beri Penjelasan

Khairul yang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Tarakan mengungkapkan, penumpang yang tiba di bandara International Juwata Tarakan wajib dilakukan screening, begitupula yang tiba di Pelabuhan Malundung, pelabuhan ferry dan pelabuhan rakyat.

"Penumpang yang tiba di bandara dan pelabuhan di Kota Tarakan dijemput oleh bus Pemkot Tarakan ke lokasi screening kesehatan," ucapnya.

Khairul mengatakan, penumpang yang tiba diberikan gelang penanda untuk dilakukan pemeriksaan dan pemisahan berdasarkan asal kedatangan kabupaten atau kota dan tujuannya.

"Mereka kita data dan periksa sesuai dengan panduan kesehatan. Mereka akan kita karantina selama satu hari. Setelah di karantina 1 hari diserahkan kepada institusi penjamin untuk melanjutkan karantina selama 14 hari," ujarnya.

Bagaimana penumpang yang tidak ada institusi penjamin? "Kita akan serahkan kepada ketua RT masing-masing untuk melanjutkan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari.

Tak hanya itu, kata Khairul, saat di screening, penumpang sakit ringan, sedang dan berat akan di rujuk ke RSU Kota Tarakan atau RSUD Tarakan.(adv/jnh)

Penulis: Junisah
Editor: Ardian Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved