Breaking News:

Bahaya Hoax Covid-19 dan Sikap Tegas Polri

WABAH pandemi Covid-19 atau Virus Corona terus menyebar di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Hingga Minggu (19/4) data orang yang positif te

Editor: Tohir
Tribunkaltim.co/ilo
Ilustrasi - Hoax atau berita bohong merupakan tindakan yang menyesatkan, berdosa. 

Guterres juga mengapresiasi para wartawan (media) dan lembaga pemeriksa fakta yang meluruskan unggahan-unggahan menyesatkan di media sosial. Selain itu ia meminta operator media sosial untuk meningkatkan usahanya menghapus informasi sesat.

PBB telah meluncurkan inisiatif baru yang bertujuan meluruskan kabar bohong serta informasi salah mengenai Covid-19. Peluncuran inisiatif tanggap komunikasi PBB bertugas mengunggah data dan temuan ilmu pengetahuan demi melawan derasnya arus informasi salah dan dan menyesatkan.

Sebelum ada inisiatif baru PBB itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyiarkan daftar jawaban yang menyangkal kabar bohong atau myth busters mengenai Covid-19 dalam laman resminya.

Sanksi Tegas

Mabes Polri menyebut jumlah kasus penyebaran berita bohong atau hoax terkait dengan virus Corona (Covid-19) terus naik. Hingga 2 April 2020 lalu, Polri telah menangani 70 kasus penyebaran berita bohong (hoax) tersebar di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut meningkat 7 kasus dibanding yang ditangani Polri pada 31 Maret lalu.

Menurut Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Mabes Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra, Kepolisian Daerah (Polda) yang menangani kasus hoax soal Corona terbanyak adalah Jawa Timur. Kendati demikian, Ia tak merinci modus ataupun proses penyebaran berita hoaks yang sedang diselidiki oleh kepolisian itu.

Di Balikpapan jajaran Polda Kalimantan Timur telah seperti diberitakan tribunkaltim.co beberapa waktu lalu mengamankan dua tersangka terkait penyebaran informasi hoax terkait kabar adanya warga Balikpapan yang dirawat di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo diduga terpapar virus Corona. Sontak berita tersebut membuat resah masyarakat.

Bahkan Walikota Balikpapan Rizal Effendi dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan pun harus turun tangan menjelaskan persoalan berita bohong tersebut. Belakangan kabar tersebut dibantah pihak rumah sakit, dan pelaku sendiri mengakui telah menyebarkan berita yang belum terkonfirmasi.

Kini kedua tersangka yang berjenis kelamin perempuan diamankan di Polda Kaltim. Terbaru, satu warga Balikpapan kembali diamankan aparat Polresta Balikpapan karena menyebar berita bohong melalui media sosial.

Para pelaku pun dijerat Pasal 45 dan 45 A tentang UU ITE dengan pidana 6 tahun penjara dan Pasal 14 dan 15 UU no 1 1946 tentang peraturan pidana dengan ancaman 10 tahun. Sejak virus Corona merebak di Indonesia, penyebaran informasi yang tak pasti akan virus ini pun sering tersebar luas di masyarakat.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved