Berita Pemkab Kutai Barat

Pemkab Kubar Tetapkan Darurat Bencana Corona, Wabup Minta Warga Waspada dan Pakai Masker

Pemkab Kutai Barat (Kubar) menetapkan status keadaan tertentu darurat bencana wabah Covid-19 di wilayah Kubar.

HUMASKAB KUBAR
Wakil Bupati Kutai Barat Edyanto Arkan saat sosialisasi tentang pencegahan Covid-19 kepada warga di Kampung Sekolaq Muliaq Kecamatan Sekolaq Darat, Jumat (17/4/2020). Pemkab telah menetapkan status keadaan tertentu darurat bencana wabah Corona. 

SENDAWAR - Pemkab Kutai Barat (Kubar) menetapkan status keadaan tertentu darurat bencana wabah Covid-19 di wilayah Kubar.

"Hal ini berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kubar Nomor 338/K.620/2020, tertanggal 17 April 2020," kata Wabup Kubar Edyanto Arkan saat sosialisasi tentang pencegahan Covid-19 kepada warga di Kampung Sekolaq Muliaq Kecamatan Sekolaq Darat, Jumat (17/4/2020).

Meskipun kondisinya sekarang ini darurat bencana, bukan berarti masyarakat tidak boleh beraktivitas. Dipersilakan, asalkan harus mengikuti prosedur atau protokol kesehatan. Terutama yang terpaksa harus beraktivitas di luar rumah, memakai masker.

"Jangan maskernya ditaruh di saku kantong baju atau celana,"terangnya.

Bukan berati hati-hati, terus ketakutan dan berdiam di rumah. Tetap boleh beraktivitas, diantaranya menores karet di kebunnya. Tetapi harus menggunakan masker dan sepulang di rumah, wajib mencuci tangannya dengan sabun.

"Jangan beranggapan bahwa dirinya kebal atau tahan dan meremehkan virus Corona ini, itu namanya sombong (tidak baik). Untuk itu imbauan ini, bisa disampaikan ke keluarga dan warga masyarakat harus kehati-hati dan waspada. Itukan merupakan upaya atau ikhtiar," ujar Wakil Bupati.

"Semuanya harus selalu berdoa meminta kepada Allah Yang Maha Kuasa, semoga dihindarkan dari wabah ini dan segera cepat berakhir,"ucapnya.

Selain itu, disiplin menerapkan pola hidup bersih dan sehat, rajin mencuci tangan dengan sabun, mengurangi kegiatan di tempat umum. Kalau berkumpul, jangan terlalu dekat harus ambil jarak (jangan berdekatan, seperti sebelum wabah Corona terjadi). "Rentang jarak sekitar 1 sampai 1,5 meter,"terangnya.

Wabup menambahkan apabila ada tanda-tanda batuk, pilek dan demam segeralah periksa ke puskesmas terdekat. Kalau ada gejala, segera diobati. Orang yang positif hasil tes cepat (rapid test) dan orang yang positif hasil swab test dari Surabaya itu, bukan berarti tidak ada kemungkinan sembuh.

Pasti ada kemungkinan sembuh, seperti dilihat di media televisi, diantaranya Menteri Perhubungan dan Walikota Bogor sebelumnya positif. Sekarang ini sudah sembuh. "Karena mereka disipilin dan mematuhi protokol kesehatan Covid-19,katanya. (adv/hms6/NAW)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved