Breaking News:

Hari Kartini

Kisah Raden Ajeng Kartini, Menolak Disebut Bangsawan, Enggan Dipanggil Putri, Jadi Penyeru Kebebasan

Raden Ajeng Kartini, semasa hidupnya menolak disebut Bangsawan dan kesal dipanggil putri, memilih jadi perempuan biasa penyeru kebebasan.

Editor: Rita Noor Shobah
Tribunkaltim.co/ Fiy
Kisah Raden Ajeng Kartini, Menolak Disebut Bangsawan, Memilih Jadi Perempuan Biasa Penyeru Kebebasan 

TRIBUNKALTIM.CO - Raden Ajeng Kartini, kisah tentang Pahlawan perempuan ini selalu menarik untuk disimak.

Raden Ajeng Kartini, semasa hidupnya menolak disebut bangsawan, memilih jadi perempuan biasa penyeru kebebasan.

Raden Ajeng Kartini atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini adalah seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia.

Raden Ajeng Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi.

 Bos ILC Karni Ilyas Terang-terangan Tak Sepakat PSBB, Anies Baswedan Lebih Dulu Terapkan

 11 Ucapan Selamat Hari Kartini Bahasa Indonesia & Inggris, Share via WhatsApp, Facebook, IG, Twitter

 10 Kutipan RA Kartini yang Melegenda, Share di WhatsApp, Jadi Status Instagram, Facebook dan Twitter

 Kabar Terbaru Harga BBM dari Pemerintah Jokowi Saat Harga Minyak Dunia Sentuh 0 Dollar Per Barel

Hari Kartini yang akan dirayakan pada Selasa (21/4) merupakan hari peringatan dalam memperjuangkan emansipasi atau keseteraan kaum perempuan.

Berikut sekilas kisah RA Kartini.

Sosok RA Kartini rupanya tak pernah punya keinginan untuk tumbuh di tengah keluarga bangsawan yang dipandang tinggi masyarakat umum.

Ayah Raden Ajeng Kartini, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, merupakan Bupati Jepara di masanya.

Ibu tirinya, Raden Ayu Muryam, merupakan keturunan keluarga raja di Madura.

Kepada sahabat penanya, Estella Helena Zeehandelaar, Kartini mengungkapkan kekesalannya dipandang tinggi sebagai keluarga bangsawan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved