Berita Pemprov Kalimantan Utara

Narasumber ResKal Edisi Khusus, Irianto: Investasi Jadi Pendorong Utama Pertumbuhan Kaltara

“Kaltara Hebat, Berdaya Saing”, setelah beberapa waktu sempat terhenti, program Respons Kaltara kembali digelar Selasa (21/4/2020).

HUMASPROV KALTARA
EDISI SPESIAL - Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie saat menjadi narasumber pada Respons Kaltara edisi spesial melalui videoconference dengan Zoom Cloud Meeting, Selasa (21/4/2020). 

TANJUNG SELOR - Mengangkat tema “Kaltara Hebat, Berdaya Saing”, setelah beberapa waktu sempat terhenti, program Respons Kaltara kembali digelar Selasa (21/4/2020).

Berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya, pada edisi khusus dengan memanfatkan momen HUT ke-7 Provinsi Kaltara ini, dilakukan secara virtual.

Menghadirkan nara sumber Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, acara interaktif Respons Kaltara kali ini dikoneksikan melalui video conference. Turut hadir mengikuti lewat online, Ketua DPRD Kaltara Norhayati Andris, Kepala Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Kaltara Yufrizal, sejumlah pimpinan media, serta para kepala OPD di lingkup Pemprov Kaltara.

Dalam acara yang juga disiarkan langsung di seluruh media sosial resmi milik Pemprov Kaltara itu, banyak mengupas terkait capaian pembangunan sejak 7 tahun berdirinya provinsi termuda di Tanah Air ini.

Mengawali uraiannya, Gubernur membeberkan awal berdirinya Kaltara. Provinsi Kaltara yang terbentuk berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2012, resmi berdiri pada tanggal 22 April 2013. Yaitu semenjak diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) saat itu, Gamawan Fauzi, atas nama Presiden Susilo Bambang Yudoyono.

Dikatakan, bersamaan dengan berdirinya Kaltara, dirinya juga dilantik sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Kaltara.

“Dengan tidak memiliki apa-apa. Langkah pertama yang harus saya lakukan saat itu adalah membentuk perangkat daerah. Dilihat sederhana memang. Tapi itu tidak mudah, karena ini yang menjadi dasar dalam kita menjalankan pemerintahan daerah. Dan alhamdulillah, meski tidak memiliki apa-apa, waktu itu perangkat daerah bisa dibentuk,” kata Irianto.

Dengan perangkat yang telah dibentuk, Irianto akhirnya memulai jalannya pemerintah provinsi Kaltara. Dengan membawa moto ‘sekarang di belakang, kelak menjadi yang terdepan’.

Spirit yang diusung itu pun berbuah hasil. Terbukti setelah berjalan 7 tahun, Kaltara telah menunjukkan eksistensinya sebagai provinsi termuda yang bisa sejajar dengan provinsi lain. Bahkan dalam beberapa hal bisa melampaui. Berbagai prestasi telah diraih. Seiring dengan itu, hasil pembangunan juga telah banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kaltara.

Di samping membangun sarana infrastruktur, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Pusat, melalui komunikasi dan koordinasi yang intens dilakukannya, Irianto dan jajarannya juga terus memperkuat kualitas sumber daya manusia di Kaltara.

Halaman
12
Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved