Selasa, 5 Mei 2026

Liga 1

Gara-gara Virus Corona Mantan Manajer Persib Umuh Muchtar Mengaku Kini Sering Menangis

Mantan manajer Persib bandung Umuh Muchtar membuat sebuah pengakuan yang bikin terharu.

Tayang:
ALVINO HANAFI/ BOLASPORT.COM
Mantan Manajer Persib Umuh Muchtar Mengaku Kini Sering Menangis 

TRIBUNKALTIM.CO - Mantan manajer Persib bandung Umuh Muchtar membuat sebuah pengakuan yang bikin terharu.

Pria yang kini menjabat Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) itu mengaku sering menangis belakangan ini.

Hal itu terjadi semenjak pandemi virus Corona terjadi di Indonesia

 Umuh Muchtar, mengaku belakangan sering menangis karena merindu pada keluarga besarnya.

Umuh menyebut saat ini sudah jarang bertemu dan berkumpul bersama kerabat dan keluarga dekatnya.

Padahal, Umuh mengaku biasa berkumpul bersama anak dan cucunya pada setiap akhir pekan di kediamannya di Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.

 Persebaya, Arema FC, Persib, dan Persija Punya Maskot dan Julukan Identik Hewan, Ini Penjelasannya

 Beda dengan Idola Bonek di Persebaya, Legiun Asing Arema FC & Mario Gomez Pilih Tetap di Indonesia

 Pelatih Persib Robert Rene Alberts Setuju Liga 1 2020 Dilanjutkan Dengan Syarat . . .

Sejak pandemi virus corona mewabah di Indonesia, Umuh mengaku aktivitas sosialnya berkurang drastis. Hal itu karena dia harus menerapkan social distancing.

Umuh mengaku rindu untuk bisa kembali berkumpul bersama keluarga dekatnya.

"Saya yang paling dirindukan adalah ngumpul sama anak dan cucu. Biasanya kalau Sabtu dan Minggu itu pada kumpul semua di rumah Tanjungsari," kata Umuh.

"Mereka suka ke sini ngumpul ya semua keluarga. Tapi sekarang lagi tidak dulu, karena lagi social distancing ya. Jadi semua jaga jarak itu. Jujur saja, saya itu rindu sekali keluarga saya," sambung dia.

Ketika rasa rindu itu datang, Umuh mengaku tak jarang dia meneteskan air mata. Umuh berharap wabah virus corona di Indonesia segera mereda.

Dengan begitu, Umuh juga bisa segera melepas rindu dengan anak dan cucunya.

"Memang kondisinya sepetri ini, ya semua juga pasti menangis. Saya juga sering menangis kalau lagi rindu keluarga. Terus terang saja sedih tapi apa boleh buat," tutur Umuh.

 Robert Rene Alberts Punya Cara Baru Latih Pemain Persib Dalam Kondisi Berjauhan

Tidak hanya itu, Umuh juga memendam kerinduan yang mendalam untuk bisa kembali aktif di sepak bola Indonesia.

Seperti diketahui, saat ini seluruh kegiatan di kompetisi resmi sepak bola Indonesia tengah ditangguh penyelenggaraannya karena pandemi virus corona.

Penangguhan kompetisi rencananya berlangsung hingga 29 Mei mendatang. Kompetisi bisa kembali dilanjutkan bila pada akhir Mei wabah virus corona di Indonesia mereda.

Bila sampai batas waktu tersebut wabah virus corona tak kunjung reda, maka kompetisi akan dihentikan total. Umuh berharap, gempita sepak bola Indonesia kembali berdenyut meski dalam situasi sulit.

Oleh karena itu, dia mendukung penuh upaya dari PSSI untuk membuat sepak bola Indonesia kembali bergeliat.

"Tentu saya juga sudah rindu dengan sepak bola, apalagi dengan Persib ya. Karena bagi saya, Persib itu sudah mendarah daging. Semoga, saja virus corona ini cepat berlalu agar kita semua bisa kembali menikmati sepak bola," tegas Umuh.

 Robert Rene Alberts Catatkan Rekor Terbaik di Indonesia Saat Melatih Persib

Persib dapat sanksi dari PSSI, Umuh Muchtar Justri Santai

Kompetisi Liga 1 2002 baru berlangsung selama 3 pekan, namun sejumlah klub sudah mendapat sanksi dari Komite Disiplin ( Komdis ) PSSI .

Salah satu klub yang mendapat dari komdis PSSI adalah Persib Bandung  

Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Umuh Muchtar bersikap santai dengan sanksi yang didapat Persib Bandung.

Komite Disiplin ( Komdis ) PSSI menilai terjadi pelanggaran disiplin yang dilakukan suporter saat pertandingan Persib menghadapi Persela Lamongan di Stadion Si Jalak Harupat, pada pekan pertama Liga 1 2020, 1 Maret.

"Kemarin memang denda, tapi kalau melihat saat ini tidak dibayarkan juga tidak akan masalah. Kan, dibekukan dulu semua," ujar Umuh Muchtar, Jumat (10/3/2020).

 

Umuh menambahkan, Maung Bandung tidak akan mengajukan banding karena kegiatan sepak bola pun saat ini sedang dihentikan akibat pandemi corona.

"Nanti saja. Mungkin kalau sudah jalan kemungkinan akan banding atau gimana. Dan pihak pertandingan juga akan melihat kejadiannya seperti apa. Itu juga harus dipertimbangkan. Jangan asal-asalan membuat hukuman," katanya.

Lebih lanjut, Umuh mengungkapkan bobotoh sebetulnya sudah bersikap baik ketika menyaksikan Persib berlaga.

Sehingga dia percaya bahwa bobotoh tidak akan melakukan hal-hal yang dapat merugikan tim.

Berdasarkan hasil sidang Komdis PSSI pada 13 Maret, panitia pelaksana pertandingan Persib Bandung didenda Rp 30 juta. Jenis pelanggarannya adalah suporter Persib masuk ke area lapangan.

Sanksi itu kemungkinan besar bukan satu-satunya bagi Maung Bandung dalam tiga laga yang sudah dilakoni di Liga 1 2020.

Ketika mengalahkan PSS Sleman di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu (15/3/2020), oknum bobotoh kembali berulah.

Mereka menyalakan flare di pengujung laga. Aksi mereka membuat pelatih Robert Alberts marah. Pelatih asal Belanda itu bahkan langsung mendatangi tribune penonton dan meminta flare dimatikan.

Sayang, niat baik itu tidak ditanggapi sehingga Robert mengibaskan tangan dan pergi.

Saat konferensi pers, Robert menyatakan kekecewaannya dengan sikap bobotoh.

Menurutnya, Bobotoh juga harus memikirkan Persib karena uang untuk bayar denda harusnya bisa untuk membangun fasilitas penunjang Persib berlatih atau mendatangkan pemain yang lebih bagus. 

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI, Jumat 13 Maret 2020

1. Pelatih Arema FC, Sdr. Roberto Mario Carlos Gomez

- Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2020

- Pertandingan: PS Tira vs Arema FC

- Tanggal kejadian: 2 Maret 2020

- Jenis pelanggaran: Protes berlebihan kepada wasit cadangan

- Hukuman: Teguran keras

2. Ofisial Arema FC, Sdr. Charis Yulianto

- Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2020

- Pertandingan: PS Tira vs Arema FC

- Tanggal kejadian: 2 Maret 2020

- Jenis pelanggaran: Protes berlebihan kepada wasit cadangan

- Hukuman: Teguran keras

3. Pemain Persipura Jayapura, Sdr. Arthur Cunha Da Rocha

- Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2020

- Pertandingan: Borneo FC vs Persipura Jayapura

- Tanggal kejadian: 7 Maret 2020

- Jenis pelanggaran: Melakukan tindakan tidak sportif dan melanggar Fair Play

- Hukuman: Larangan bermain 1 (satu) pertandingan dan denda Rp. 10.000.000

4. Pemain Persela Lamongan, Sdr. Gabriel Do Carmo

- Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2020

- Pertandingan: Persela Lamongan vs PSIS Semarang

- Tanggal kejadian: 7 Maret 2020

- Jenis pelanggaran: Melakukan tindakan tidak sportif dan melanggar Fair Play

- Hukuman: Larangan bermain sebanyak 2 (dua) pertandingan dan denda Rp. 20.000.000

5. Arema FC

- Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2020

- Pertandingan: Arema FC vs Persib Bandung

- Tanggal kejadian: 8 Maret 2020

- Jenis pelanggaran: 5 kartu kuning dalam satu pertandingan

- Hukuman: Denda Rp. 50.000.000

6. Arema FC

- Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2020

- Pertandingan: Arema FC vs Persib Bandung

- Tanggal kejadian: 8 Maret 2020

- Jenis pelanggaran: Suporter melakukan pelemparan botol ke dalam lapangan & masuknya suporter ke dalam lapangan

- Hukuman: Denda Rp. 50.000.000

7. Pemain Persipura Jayapura, Sdr. Israel Wamiau

- Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2020

- Pertandingan: Persipura Jayapura vs PSIS Semarang

- Tanggal kejadian: 1 Maret 2020

- Jenis pelanggaran: Menendang pemain lawan

- Hukuman: Larangan bermain 2 (dua) pertandingan dan denda Rp. 10.000.000

 Beda dengan Idola Bonek di Persebaya, Legiun Asing Arema FC & Mario Gomez Pilih Tetap di Indonesia

 

8. Panitia Pelaksana Pertandingan Persib Bandung

- Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2020

- Pertandingan: Persib Bandung vs Persela Lamongan

- Tanggal kejadian: 1 Maret 2020

- Jenis pelanggaran: supporter Persib Bandung masuk ke area lapangan

- Hukuman: Denda Rp. 30.000.000

  IKUTI >> Update Liga 1

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penyebab Komisaris Persib Umuh Muchtar Sering Menangis"


Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved