Berita Pemkab Berau

Dinilai Belum Terlalu Mendesak, Pemkab Hentikan Pembatasan Akses Jalan APT Pranoto Berau

Pencabutan berdasarkan Surat Edaran Bupati Berau Nomor 551/2010/DISHUB-BRU/2020 yang dikeluarkan tanggal 22 April 2020.

HUMASKAB BERAU
Petugas polantas membuka kembali akses jalan APT Pranoto Berau yang tadinya sempat dilakukan pembatasan untuk mencegah penyebaran Corona di Berau. Penghentian pembatasan akses jalan ini berdasarkan surat edaran Bupati Berau yang dikeluarkan tanggal 22 April 2020. 

TANJUNG REDEB - Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Berau mengambil kebijakan dalam mengatasi penyebaran corona virus disease 2019 (Covid-19) dengan melakukan pembatasan akses Jalan APT Pranoto dan SA Maulana. Namun saat ini kebijakan tersebut dihentikan dan akses jalan bisa dilalui kembali.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Berau, Abdurrahman. Ia mengatakan bahwa penghentian pembatasan akses jalan ini berdasarkan surat edaran Bupati Berau nomor 551/015/DISHUB.III.1/IV/2020 tentang Pencabutan Surat Edaran Bupati Berau Nomor 551/2010/DISHUB-BRU/2020 yang dikeluarkan tanggal 22 April 2020.

“Sebelumnya dalam surat edaran yang lama disampaikan bahwa akses Jalan APT Pranoto-SA Maulana ditutup mulai pukul 16.00 sampai 21.00 Wita. Dengan keluarnya surat edaran yang baru ini, maka akses jalan ini bisa dilalui kembali,” jelasnya.

Pembatasan akses jalan ini dihentikan berdasarkan evaluasi dari Dishub dan Satlantas Polres Berau di lapangan. Dimana penutupan ini dinilai masih belum terlalu maksimal.

“Kita akan bahas langkah selanjutnya yang akan dijalankan sebagai antisipasi penyebaran virus corona ini di Berau,” tegasnya.

Disampaikan Abdurrahman, untuk penjagaan akses jalan yang ada di perbatasan masih tetap dilakukan. Ia mengatakan bahwa akses keluar masuk tetap diperbolehkan, namun mengikuti aturan yang telah ditetapkan, seperti pengisian data diri, serta pemeriksaan kesehatan.

“Tetap boleh keluar ataupun masuk ke Berau, tapi ada sejumlah syarat yang perlu dilihat. Jika yang bersangkutan sedang sakit dan bukan warga Berau, kita minta untuk tidak melanjutkan perjalanan ke Berau. Sementara jika warga Berau, diperbolehkan namun harus karantina mandiri di rumah dan mengisi data diri untuk diketahui alamat pastinya,” tegasnya.

Saat ini pihaknya juga sedang menunggu surat resmi dari Kementerian Perhubungan terkait larangan mudik kepada masyarakat.

“Sudah ada instruksi dari Presiden Joko Widodo, tinggal menunggu aturan hukumnya saja untuk larangan mudik ini. Nanti kita akan sosialisasikan kepada masyarakat, pengusaha travel dan maskapai penerbangan,” pungkasnya. (adv/hms5)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved