Ramadhan

Pertama Kali, Salat Tarawih Berjamaah di Masjid Agung Istiqomah Tanjung Selor Ditiadakan

Pandemi covid-19 atau virus Corona yang merebak tiga bulan terakhir, turut berdampak terhadap pelaksanaan ibadah di bulan Ramadhan 1441 Hijriah

TRIBUNKALTIM.CO, AMIRUDDIN
Suasana di Masjid Agung Istiqomah Tanjung Selor, Kalimantan Utara 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Pandemi covid-19 atau virus Corona yang merebak tiga bulan terakhir, turut berdampak terhadap pelaksanaan ibadah di bulan Ramadhan 1441 Hijriah/2020 Masehi.

Ibadah yang biasanya dilaksanakan di masjid, kini diimbau dilaksanakan di rumah saja. Apalagi pasca Menteri Agama atau Menag Fachrul Razi, menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 6 Tahun 2020, tentang pedoman pelaksanaan ibadah di bulan suci Ramadhan.

Ketua Pengurus Masjid Agung Istiqomah Tanjung Selor, Achmad Ideham, mengatakan pihaknya juga akan melaksanakan imbauan pemerintah terkait kewaspadaan covid-19.

Ibadah seperti Salat Tarawih, buka puasa bersama, Salat Tahajjud, peringatan Nuzulul Qur'an, tidak dilaksanakan di masjid dalam Ramadhan tahun ini. "Kita mengikuti anjuran pemerintah, untuk lebih waspada terhadap penyebaran covid-19. Ini pertama kalinya kita tidak melaksanakan Salat Tarawih berjamaah di Masjid Agung Istiqomah," kata Achmad Ideham, kepada TribunKaltim.co, Kamis (23/4/2020).

Achmad Ideham menambahkan, informasi peniadaan Salat Tarawih berjamaah di Masjid Agung Istiqomah, telah diumumkan. Sejumlah pamflet pemberitahuan terlihat telah dipasang di sejumlah bagian masjid, dan juga informasi melalui media sosial.

UPDATE Virus Corona di Kaltara, 105 Spesimen Masih Diperiksa di BBLK Surabaya, OTG Ada 434 Orang

45 Orang di Kaltara Dinyatakan Positif Virus Corona Setelah Ikuti Rapid Test

Pemprov Kaltara Fokus Anggarkan Penanganan Covid-19 di Sektor Kesehatan Rp 13 M

Pemerintah akan Rehab 2.900 Rumah Warga Kurang Mampu di Kaltara

"Sebelum memasuki Ramadhan pun, kami sudah tidak melaksanakan Salat Jumat berjamaah. Besok sudah memasuki pekan ketiga, kita tidak laksanakan Salat Jumat, karena menaati imbauan pemerintah terkait kewaspadaan covid-19," ujarnya.

Ditambahkan Achmad Ideham, meskipun sejumlah ibadah tidak bisa dilaksanakan di masjid, umat muslim tetap bisa beribadah di rumah. Termasuk berdoa, agar pandemi covid-19 segera berakhir, dan umat muslim bisa beribadah seperti tahun sebelumnya.

Update Covid-19 di Bulungan

Sementara itu, Jubir Dinas Kesehatan atau Dinkes Bulungan, dr Heriyadi Suranta, mengatakan jumlah kasus corona di Bulungan tidak mengalami perubahan.

Kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Bulungan, kata dia, sebanyak 20 kasus. Satu pasien yang sebelumnya dinyatakan positif covid-19, S (30), telah sembuh dan diperbolehkan pulang.

Sementara seorang pasien covid-19 inisial Z (59), meninggal dunia pada 1 April 2020 lalu, di RSD Soemarno Sosroatmodjo, Tanjung Selor. "Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) covid-19 di Bulungan sebanyak 16 orang. Sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 23 orang," ujar Heriyadi Suranta, Kamis sore.

Ia mengimbau warga Bulungan, menaati anjuran memerintah terkait kewaspadaan terhadap covid-19. Seperti menggunakan masker, rajin cuci tangan, physical distancing, serta menjaga kesehatan dan imunitas tubuh.

Sementara itu, untuk jumlah kasus covid-19 di Kaltara, hingga saat ini telah mencapai 77 kasus.

 IKUTI >> Update Virus Corona

IKUTI >> Update Virus Corona di Kaltara

(TribunKaltim.co/Amiruddin)

Penulis: Amiruddin
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved