PSBB di Tarakan

Uji Coba PSBB Mulai Hari Ini di Tarakan, Penetapan Masih Menunggu SK Walikota

Uji coba Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlaku hari ini di Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), Kamis (23/4/20)

Penulis: Risnawati | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/RISNAWATI
dr. Devi Ika Indriarti selaku Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tarakan, Rabu (22/4/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO,TARAKAN - Uji coba Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlaku hari ini di Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), Kamis (23/4/20)

Uji coba PSBB ini akan berlangsung hingga Sabtu (25/4/20) mendatang.

Sementara itu, terkait dengan penerapan PSBB akan dimulai pada hari Minggu (26/4/20)

Hal itu disampaikan Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, Kamis (23/4/20)

"Uji cobanya hari ini, jadi ini uji cobanya dulu. Nanti hari Minggu (26/4/20) baru bisa mulai diterapkan," ujarnya.

Kendati demikian, Ia mengatakan bahwa penerapan PSBB ini masih membutuhkan  proses.

"Tapi kan itu masih butuh proses, dilihat dulu mekanismenya bagaimana yang dilakukan. Ini juga menunggu SK (Surat Keputusan) penetapan dari walikota kan. masih menunggu SKnya dulu ya," lanjutnya.

Baca Juga

Hasil Sidang Isbat 1 Ramadhan 2020/1441 H Kemenag, Saksikan via Live Streaming Hari Ini 23 April

Seorang PDP di Kukar Meninggal Dunia, Saat Dilakukan Rapid Test Hasilnya Positif

Ada yang Beda di Belajar dari Rumah TVRI Hari Ini 23 April, tentang Perahu Jong, Lihat Pertanyaannya

Sebelumnya, Kota Tarakan mulai melakukan uji coba Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Uji coba PSBB ini akan berlangsung selama 3 hari, mulai hari ini Kamis (23/4/20) hingga Sabtu (25/4/20).

Adapun kegiatan yang akan dilakukan adalah sebagai berikut: pertama, razia cafe, restoran,warung, pedagang kaki lima yang melebihi jam buka, dan menyiapkan makan di tempat dan juga mengecek tempat cuci tangan dan physical distancing.

Kedua, mengawasi pelaksanaan physical distancing di toko-toko dan PHBS (tempat cuci tangan, masker untuk pelayan dan pembeli).

Ketiga, pengawasan jam buka dan tutup toko/warung/cafe/restoran.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Satpol PP Kota Tarakan, Hanip, Kamis (23/4/20) melalui Whatsapp grup. "Itu pesan dari pak Wali (dr Khairul), perintah siap kami lakukan," ucapnya. 

• Buka-bukaan di Mata Najwa, Jokowi Tanya Balik Data IDI soal Kematian 1.000 Orang Kasus Corona

• Gara-gara Virus Corona Mantan Manajer Persib Umuh Muchtar Mengaku Kini Sering Menangis

• Nekat Mudik di Tengah Pandemi Corona Polisi Berlakukan Tindakan Tegas, Mulai Perintah Putar Balik

4 Kasus Baru Positif Covid-19 dari Tarakan

Diberitakan sebelumnya, Jumlah kasus terkonfirmasi covid-19 atau Virus Corona di Kalimantan Utara ( Kaltara ), kembali mengalami peningkatan, Selasa (21/4/2020).

Peningkatan jumlah kasus tersebut, pasca Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltara menerima hasil pemeriksaan spesimen atau sampel.

Spesimen tersebut diperiksa di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

Hal itu disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy.

"Hari ini kami peroleh empat spesimen dari BBLK Surabaya. Semua spesimen tersebut, dinyatakan positif covid-19," kata Agust Suwandy kepada TribunKaltim.co, Selasa (21/4/2020) siang.

Empat spesimen yang diterima, kata dia, semua berasal dari Kota Tarakan, yakni pasien pria inisial DW (33), JN (24), FD (19), dan HD (24).

"Keempat spesimen tersebut berasal dari cluster jamaah tabligh," ujarnya.

Kluster jamaah tabligh merupakan sebutan bagi pasien terkonfirmasi positif covid-19, yang telah melakukan perjalanan ke Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kluster tersebut sedianya mengikuti Ijtima Ulama Sedunia di Gowa.

Namun acara itu dibatalkan oleh pemerintah setempat, gara-gara pandemi covid-19.

Apalagi pasca acara serupa di Malaysia, sejumlah peserta Ijtima Ulama dilaporkan terpapar covid-19.

"Dengan adanya penambahan empat kasus hari ini, maka total kasus Corona di Kaltara kini mencapai 77 kasus," tuturnya.

Dari 77 kasus Corona di Kaltara, pasien yang masih dirawat di rumah sakit sebanyak 74 orang.

Sebanyak dua pasien yang sebelumnya juga positif covid-19 telah dinyatakan sembuh dan dipulangkan, yakni M (69) di Tarakan, dan S (30) di Bulungan.

Sementara pasien covid-19 inisial Z (59) telah meninggal dunia pada 1 April 2020 lalu di Bulungan. (*)

IKUTI >> Update Virus Corona

IKUTI >> Update Virus Corona di Tarakan

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved