Berita Pemkab Kutai Timur

Bupati Kutim Minta Perusahaan Kelapa Sawit Buat Rumah Isolasi Mandiri di Kecamatan

membantu pengadaan alat kesehatan berupa rapid test dan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis di Kutim. Dalam merealisasikan bantuan kedua

Tribun Kaltim/Margaret Sarita
Bupati Ismunandar dan Wakil Bupati Kasmidi Bulang saat memimpin rapat virtual dengan delapan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kutai Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Video Conference ketiga, Pemkab Kutai Timur dipimpin Bupati Ir H Ismunandar MT dan Wabup H Kasmidi Bulang ST MM, Jumat (24/4/2020), kembali mengundang delapan perusahaan perkebunan kelapa sawit lainnya yang juga beroperasi di wilayah kabupaten Kutai Timur.

Delapan perusahaan tersebut, di antaranya PT Telen Group, PT Sinergy Group, PT Palma Serasi Group, Sima Agung Prima Sawit dan PT NIKP Rantau Pulung. Pada semua perusahaan tersebut, Bupati dengan tegas meminta agar turut mendukung program kerja pemerintahan dalam melawan penyebaran Covid-19.

Salah satunya dengan membantu pengadaan alat kesehatan berupa rapid test dan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis di Kutim. Dalam merealisasikan bantuan kedua produk yang sulit dicari tersebut diminta untuk berkoordinasi dengan tim gugus tugas di kabupaten,” ungkap Ismunandar.

Lion Air dan Pesawat Lain Ternyata Masih Layani Penerbangan, Ini Penjelasan Pihak Bandara Kualanamu

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kaltim Sesalkan Kerumunan Ratusan Massa di Depan Rumah Gubernur

Ini Cara Mudah Membersihkan Pantat Panci yang Hitam dan Berkerak, Bisa Gunakan Jeruk Nipis

Selain itu, perusahaan juga diminta membuat rumah isolasi di lingkungan perkebunan dan bahu membahu membantu pemerintah kecamatan setempat membuat rumah isolasi mandiri di kecamatan.

“Mengapa itu saya minta, agar ketika ditemukan Orang Dalam Pemantauan (ODP) di lingkungan masyarakat setempat, bisa langsung ditangani oleh tenaga medis terdekat. Diisolasi di rumah isolasi di kecamatan lebih dulu. Begitu juga rumah isolasi perusahaan, untuk mengantisipasi pekerja yang terpapar, agar bisa langsung diisolasi di tempat,” bebernya.

Karena, RSUD Kudungga tidak bisa menampung semua ODP yang ada. Selain itu, kasihan juga ODP–nya kalau harus melalui perjalanan jauh ke Sangatta. “Saat ini, RSUD Kudungga sudah merawat 34 pasien terkait virus corona.

Empat pasien terkonfirmasi positif dan 30 Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Dua ruang rawat yang disediakan sudah penuh. Tinggal rawat inap untuk penyakit lain. Kalau itu penuh juga, RSUD Kudungga tidak bisa melayani pasien penyakit lainnya,” kata Ismunandar.(advertorial/Diskominfo Perstik Kutim/sar)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Ardian Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved