Berita Pemprov Kalimantan Utara

7 Tahun Pemprov Kaltara, Wirausaha Bertumbuh dan Kaum Perempuan Makin Proaktif

Selama 7 tahun Kaltara, Sindu mengaku merasakan perubahan yang signiifikan terutama di bidang perekonomian bagi para pelaku wiraus

hijaberscommunity.id
PELAYANAN MENINGKAT - Ketua Hijabers Community Kaltara Irawaty Thahir turut mengakui sisi positif kehadiran Pemprov Kaltara yang kini telah berusia 7 tahun. Peningkatan pelayanan terhadap dunia kewirausahaan dan komunitas perempuan seperti yang digelutinya semakin baik dan signifikan. Gambar adalah saat peresmian Hijabers Community Kaltara di Tanjung Selor, 29 Juli 2018. Dihadiri antara lain Ketua TP PKK Kaltara Hj Rita Ratina Irianto, Cahaya dan Vany sebagai perwakilan dari Hijabers Community Pusat dan Ketua Hijabers Community Kaltara Irawaty Thahir. 

7 Tahun Provinsi Kalimantan Utara dengan Capaian yang Telah Diraih (9-bersambung)
Wirausaha Bertumbuh, Kaum Perempuan Makin Proaktif

Tak hanya prestasi dalam bentuk piagam atau sertifikat diraih Provinsi Kalimantan Utara selama terbentuk. Namun, pengakuan positif juga disampaikan kaum wirausahawan dan aktivis perempuan akan dampak dari eksistensi Kaltara selama 7 tahun ini.

AMELIA GRADIS TARANITA, Humas Provinsi Kaltara

TESTIMONI positif itu terucap dari 2 narasumber yang dihadirkan tim RekaSuara, salah satu program acara talkshow radio garapan Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Sekretariat Provinsi Kaltara, baru-baru ini. Yakni Sindu Peradjin, owner Sindu High School Tanjung Selor, Sindu Peradjin dan Ketua Hijabers Community Kaltara, Irawaty Tahir.

Sindu menceritakan bahwa sekolah musik yang kini sudah berjalan setahun lebih itu, dulunya merupakan kursus Bahasa Inggris dengan nama Nava Education Center (NEC).

“Saya membuka sekolah musik ini untuk membantu masyarakat Kaltara yang mempunyai bakat di bidang musik untuk meningkatkan passion mereka,” jelasnya.

Seiring berjalannya waktu, sekolah musik justru lebih diminati, maka Sindu mulai memfokuskan diri dengan sekolah musiknya dengan memberikan fasilitas yang memadai, manajemen baru sesuai SOP sekolah musik dan resmi berganti nama menjadi Sindu Music School (SMS). Dalam sekolah ini membuka beberapa kelas musik antara lain, piano, gitar, drum, dan vocal.

Selama 7 tahun terbentuknya Kaltara, Sindu mengaku merasakan perubahan yang signiifikan terutama di bidang perekonomian bagi para pelaku wirausaha seperti dirinya.

“Memberikan peluang kepada para wirausaha untuk menanamkan investasi terutama dibidang Pendidikan non formal,” urainya.

Hal positif akan keberadaan Kaltara juga dirasakan Irawaty Tahir, atau akrab disapa Ira. Menurutnya, sejak Kaltara berubah menjadi daerah otonomi penuh, peningkatan pelayanan dan pemerataan wilayah semakin baik dan signifikan.

“Tak terkecuali bagi lembaga kemasyarakatan, seperti yang kami lakukan ini, Hijabers Community Kaltara,” ucapnya.

Komunitas dakwah ini memiliki anggota tetap sekitar 150 orang, dan rutin mengadakan pengajian dan fiqih setiap bulan.

“Selama pandemi ini, kami tetap menyiarkan dakwah secara online yaitu live streaming melalui Instagram yaitu @hijaberscommunitykaltara,” jelasnya.

Ira menilai dengan adanya Kaltara, peran perempuan pun semakin diperhitungkan.

“Harapan para hijaber untuk Kaltara adalah aman dan damai dan untuk para perempuan harus selalu bersyukur karena memiliki potensi yang luar biasa dan dianugerahi kemampuan multitasking. Sesuai dengan tema HUT Kaltara, perempuan juga harus saling menginspirasi dan memiliki daya saing dalam hal positif,” tutup Ira.(adv/*)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved