Berita Pemkab Kutai Timur

Besok Bupati Kutim Canangkan Gerakan Pemanfaatan Lahan dan Pekarangan

Covid-19 selesai, kata Ismunandar, hasil panen bahan pangan di Kutim, banyak dan bisa dimanfaatkan. Kalau pun belum berakhir, panen itulah yang bisa

Tribun kaltim/Margaret Sarita
Bupati Ir H Ismunandar MT dan Wabup H Kasmidi Bulang ST MM memutuskan untuk mencanangkan program gerakan pemanfaatan lahan dan pekarangan yang akan dimulai besok, Rabu (29/4/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Musibah Covid 19 tak hanya menguras energi, tapi juga memberi dampak perekonomian dalam arti luas.

Pendapatan masyarakat menurun, sementara kebutuhan pangan tetap tinggi. Beberapa daerah penghasil bahan pangan mulai melakukan pembatasan skala besar.

Seperti Jawa dan Sulawesi. Dimana kedua daerah itu termasuk pemasok bahan pangan bagi Kabupaten Kutai Timur.

Untuk itu, Bupati Ir H Ismunandar MT dan Wabup H Kasmidi Bulang ST MM memutuskan untuk mencanangkan program gerakan pemanfaatan lahan dan pekarangan yang akan dimulai besok, Rabu (29/4/2020).

Musrenbang Kaltim, Bupati Kutim Minta Bantu Penyelesaian Pelabuhan Kudungga

RSUD Taman Husada Bontang Masih Sanggup Atasi Pasien Covid-19, Belum Perlu Transfer Tenaga Kesehatan

Pemuda Asal Kalsel Jadi Pasien Pertama yang Sembuh dari Covid-19 di PPU

Akhirnya Refly Harun Bongkar Kenapa Dirinya Dicopot Erick Thohir dari Pelindo I, Sindir Makan APBN

“Kita berharap Covid-19 segera berakhir. Bukan pesimis, tapi ini sekadar antisipasi. Karena di Jawa dan Sulawesi sudah menerapkan PSBB. Khawatir, hingga Juni nanti pasokan pangan mulai tersendat. Sehingga kita harus bersiap diri. Maka dari itu, besok kita canangkan gerakan pemanfaatan lahan dan pekarangan, untuk menanam tanaman pangan. Entah itu jagung, singkong atau ubi,” ungkap Ismunandar.

Kalaupun Juni mendatang Covid-19 selesai, kata Ismunandar, hasil panen bahan pangan di Kutim, banyak dan bisa dimanfaatkan. Kalau pun belum berakhir, panen itulah yang bisa menjadi cadangan pangan masyarakat.

“Masalah pangan ini cukup krusial. Jangan sampai ketika masih Covid-19 berlanjut, distribusi bahan pangan tersendat, kita tak ada cadangan makanan,” ujarnya.

Gerakan ini, menurut Ismunandar tidak hanya digaungkan pada masyarakat. Tapi, seluruh perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Kutai Timur.

Untuk membina dan menggerakkan para petani di sekitar wilayah operasi masing-masing agar menanam padi dan tanaman pangan lainnya.

“Pokoknya semua lahan yang bisa dimanfaatkan, harus kita manfaatkan. Lahan kosong atau di pekarangan rumah juga bisa,” ujarnya.(advertorial/Diskominfo Perstik Kutim/sar)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Ardian Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved