Ibu Kota Baru

Riset Risiko Tsunami Dekat Calon Ibu Kota Baru, Ahli: Tsunami Masa Lalu, Ada yang Belum Terungkap

Terkait penelitian mengenai risiko tsunami di dekat calon wilayah ibu kota baru, menurut ahli sejumlah tsunami masa lalu ada yang belum terungkap

Vera Petrunina
Ilustrasi peta Kalimantan. Penelitian yang menyebutkan risiko tsunami di dekat wilayah calon ibu kota baru menjadi viral, menurut ahli, sejumlah tsunami masa lalu ada yang belum terungkap, begini analisa lengkapnya. 

- Tsunami Pulau Sumber Gelap 16 Maret 1917

- Tsunami Halmahera Utara 2 April 1969.

"Dalam semua peristiwa tersebut, tsunami tidak didahului oleh aktivitas gempa tektonik," terang Daryono.

Peristiwa Tsunami Pulau Sumber Gelap 1917 hingga kini belum diketahui sebabnya.

Tsunami setinggi 1,5 meter ini teramati di Pulau Sumber Gelap dan menimbulkan kerusakan parah di Pantai Pagatan Kalimantan Selatan.

Adakah kaitan peristiwa tsunami ini dengan fenomena longsoran dasar laut seperti yang dimaksud dalam kajian peneliti asing tersebut?

Dikatakan Daryono, hingga kini hal tersebut masih menjadi misteri dan dibutuhkan kajian khusus yang mendalam termasuk kajian paleotsunami untuk menjawabnya.

Selain Selat Makassar, beberapa wilayah perairan Indonesia diduga memiliki kawasan rawan longsor dasar laut yang dapat membangkitkan tsunami.

"Sehingga kita sebenarnya membutuhkan banyak kajian potensi longsoran dasar laut, khususnya di samudra Hindia, Selat Sunda, Laut Flores, Laut Banda, Laut Maluku, dan Laut Utara Papua," ungkap Daryono.

Tanah longsor bawah laut masa lalu di Selat Makassar, dekat dengan lokasi calon ibu kota baru Indonesia.
Tanah longsor bawah laut masa lalu di Selat Makassar, dekat dengan lokasi calon ibu kota baru Indonesia. (RE Brackenridge et al via kompas.com)

Tsunami akibat longsoran laut di Indonesia

Beberapa peristiwa tsunami mematikan di Indonesia, di antaranya diduga diamplifikasi oleh dampak ikutan berupa longsoran dasar laut seperti:

- Tsunami Ambon 17 Februari 1674 (2.243 orang meninggal),

- Tsunami Seram 30 September 1899 (4.000 orang meninggal),

- Tsunami Flores 12 Desember 1992 (2.500 orang meninggal).

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved