Berita Pemprov Kalimantan Utara

Pemprov Kaltara Gelar Pasar Murah Online, Warga yang Membutuhkan Dikoordinisikan Desa

Operasi pasar murah dilakukan dengan tetap menerapkan social dan physical distancing. Sistemnya online, dimana ada daftar barang

HUMASPROV KALTARA
STOK PANGAN - Perhelatan Respons Kaltara, Rabu (29/4/2020) menghadirkan Kepala DPKP Kaltara Wahyuni Nuzband, Kabid Perdagangan Disperindagkop-UMKM Hj Hasriyani dan Kepala Perum Bulog Sub Divre Tarakan Suharsana 

TANJUNG SELOR - Ketersediaan dan ketahanan pangan turut terganggu oleh pandemi Covid-19. Tak terkecuali di Provinsi Kalimantan Utara.

Untuk itu, sejumlah langkah diupayakan Pemerintah Provinsi Kaltara dan stakeholder seperti Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan stok pangan. Utamanya, selama Ramadan dan menjelang Idulfitri 1441 H sekaligus memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak Covid-19.

Bahasan ini menjadi topik pada Respons Kaltara (ResKal), Rabu (29/4/2020) sore dengan menampilkan 3 narasumber. Yakni, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Wahyuni Nuzband, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop-UMKM) Hj Hasriyani, dan Kepala Perum Bulog Sub Divre Tarakan Suharsana.

Untuk memantau ketersediaan stok, dijelaskan Kepala DPKP Kaltara Wahyuni Nuzband, pihaknya bersama satuan tugas (Satgas) pangan setiap hari memantau kondisi stok dan harga di 5 pasar utama dengan 11 komoditas strategis.

“Sejatinya, stok pangan tidak ada permasalahan. Seperti stok beras, kalau berdasarkan data kami masih cukup untuk 30 minggu kedepan. Lalu, gula pasir, cabai merah masih cukup untuk 2 hingga 3 minggu. Selanjutnya, bawang merah, bawang putih dan lainnya masih cukup 1 hingga 2 minggu,” jelasnya.

Selain mengandalkan peredaran stok di pasar, untuk memastikan daya beli masyarakat terkendali, Pemprov Kaltara bersama stakeholder juga melakukan operasi pasar murah.

“Pasar murah tiap tahun difokuskan dalam HBKN (Hari Besar Keagamaan dan Nasional), tapi dalam kondisi seperti ini, tak hanya bagi warga yang merayakan Idulfitri, namun juga terbuka masyarakat yang tak merayakan dan terdampak pun dapat memanfaatkannya,” urainya.

Pasar murah ini dilakukan dibawah koordinasi Biro Ekonomi Setprov Kaltara.

“Operasi pasar murah dilakukan dengan tetap menerapkan social dan physical distancing. Sistemnya online, dimana ada daftar barang yang disampaikan kepada kelurahan/desa, berikut harganya. Nanti kelurahan/desa akan mengkoordinir untuk mendaftarkan warga yang membutuhkan,” tuturnya.

Penerimanya adalah warga berpenghasilan rendah dan terdampak, dengan jumlah pembelian dibatasi. Data sendiri akan diverifikasi oleh pihak kelurahan atau desa setempat.

Halaman
12
Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved