Breaking News:

Pupuk Kaltim

UPZ Pupuk Kaltim Gelontorkan Rp1,69 Miliar untuk Ribuan KK Terdampak Covid-19

bantuan UPZ Pupuk Kaltim dioptimalkan bagi masyarakat di luar penerima BLT yang dinyatakan lolos verifikasi Pemerintah. Melihat data, penerima BLT di

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani | Editor: Ardians
HO - Humas PKT
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Ketua UPZ Pupuk Kaltim Nur Sahid, bersama Walikota Bontang Neni Moerniaeni, di Pendopo Rumah Jabatan Walikota Bontang pada Rabu (29/4/2020) pagi. 

Maka dengan keterlibatan Pupuk Kaltim, masyarakat terdampak yang tidak masuk daftar penerima BLT bisa mendapat bantuan serupa.

Telkomsel Beri Akses Gratis CloudX Conference Selama Tiga Bulan kepada 21 Sekolah di Kalimantan

Beras Merah hingga Buah-buahan, Ini 5 Rekomendasi Makanan untuk Penderita Diabetes saat Puasa

Cara Bikin Kue Kering Gula Palem yang Super Enak, Sangat Tepat untuk Sajian Hari Lebaran

“Inilah wujud sinergi positif antara Perusahaan dengan Pemerintah Kota, dengan saling dukung untuk membantu masyarakat. Apalagi kondisi saat ini, rasa berbagi dan kesetiakawanan sosial harus tetap tumbuh,” kata Neni.

Neni berharap kepedulian dan dukungan Pupuk Kaltim terhadap penanganan Covid-19 di Bontang semakin ditingkatkan, baik bantuan langsung bagi masyarakat maupun melalui instansi pemerintahan dan stakeholders seperti yang selama ini berjalan.

“Bantuan ini patut disyukuri, semoga berkah bagi Perusahaan dan masyarakat. Atas nama Pemkot Bontang kami ucapkan terima kasih atas peran aktif Pupuk Kaltim mendukung penanganan Covid-19 dengan berbagai bantuan yang disalurkan,” tambah Neni.

Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Pupuk Kaltim menyalurkan bantuan bagi warga terdampak Covid-19 di Bontang.
Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Pupuk Kaltim menyalurkan bantuan bagi warga terdampak Covid-19 di Bontang. (HO - Humas PKT)

Salah satu penerima bantuan, Supandji (59), warga RT 20 Dusun Sidrap mengatakan paket sembako dan uang tunai dari UPZ Pupuk Kaltim sangat membantu dirinya memenuhi kebutuhan harian keluarga saat Ramadan.

Apalagi di tengah pandemi Covid-19 dengan kondisi tidak lagi bekerja karena sakit, sangat sulit baginya memenuhi kebutuhan dari pendapatan menjual sayur di depan rumah dan sekitar tempat tinggal.

“Alhamdulillah, sangat bersyukur dapat bantuan dari Pupuk Kaltim. Saya sehari-hari cuma jual sayur bantu istri, tapi sejak Corona tidak ada lagi pendapatan karena tidak bisa kemana-mana. Saya hanya bisa mendoakan Pupuk Kaltim terus maju dan berkembang,” tutur Supandji. (Sobizz/Fachri)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved