Banyak PHK, Kadin Desak Pemerintah Jokowi Tolak TKA China, Kemenaker: Apa Tahu Kesulitan Lapangan?

Banyak PHK, Kadin desak Pemerintah Jokowi tolak TKA China, Kemenaker: Apa Kadin tahu kesulitan lapangan?

Warta Kota/Henry Lopulalan
Ilustrasi. Smelter Nikel Sulewesi Mining Investement (SMI) yang baru diresmikan oleh Presiden Jokowi di Morowali, Sulewesi Tenggara ( Sultra ), Jumat (29/5/2015). Berikut ini 5 fakta seputar polemik rencana kedatangan 500 TKA China, dari Ketua DPRD Sultra yang siap pimpin aksi menolak hingga pernyataan Luhut 

TRIBUNKALTIM.CO - Banyak PHK, Kadin desak Pemerintah Jokowi tolak TKA China, Kemenaker: Apa Kadin tahu kesulitan lapangan?

Kementrian Tenaga Kerja atau Kemenaker bereaksi terhadap saran Kadin agar Pemerintah Jokowi tak memasukkan Tenaga Kerja Asing atau TKA China.

Diketahui, di masa pandemi Virus Corona atau covid-19 ini, banyak karyawan lokal yang justru mengalami Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK.

Sekadar informasi, Pemerintah Jokowi sudah memberi lampu hijau masuknya 500 TKA China ke Sulawesi Tenggara atau Sultra.

Dirjen Binapenta dan PKK Kementerian Ketenagakerjaan ( Kemenaker) Aris Wahyudi menanggapi sikap para pengusaha yang mengusulkan kepada pemerintah untuk tidak mendatangkan Tenaga Kerja Asing (TKA) dalam jumlah banyak.

 Dua Kementrian di Pemerintah Jokowi Ini Kompak Bela Masuknya 500 TKA China, Alasannya Mengejutkan

 Cegah Virus Corona, PSBB di Wilayah Risma Dicueki Warga, Sanksi Diperberat, Rumah Sakit Jiwa Menanti

 Rocky Gerung Buka Suara Soal Pencopotan Refly Harun: Udah Enggak Punya Power, Sekarang Jadi YouTuber

Hal itu lantaran banyak tenaga kerja di Indonesia yang justru hubungan kerjanya diputus oleh perusahaan karena dampak pandemi Virus Corona ( covid-19).

Pengusaha yang tergabung di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia justru mengusulkan untuk TKA China yang datang hanya cukup para ahli.

Sehingga bisa memberikan transfer teknologi ke pekerja lokal.

Kemenaker setuju dengan usul Kadin tersebut.

Namun Pemerintah menilai kondisi di lapangan tak seperti yang dibayangkan oleh para pengusaha Kadin.

Halaman
1234
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved